Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

KJRI Jeddah Dorong Pekerja Migran RI Belajar hingga Perguruan Tinggi

Redaksi - Selasa, 21 Januari 2020 15:43 WIB
172 view
KJRI Jeddah Dorong Pekerja Migran RI Belajar hingga Perguruan Tinggi
news.detik.com
Konsulat Jenderal RI (KJRI) memperluas kerja sama dengan kelompok belajar (Pokjar) yang berada di Madinah.
Jakarta (SIB)
Konsulat Jenderal RI (KJRI) memperluas kerja sama dengan kelompok belajar (Pokjar) yang berada di Madinah. Hal ini guna membuka akses bagi para WNI agar dapat memperoleh layanan pendidikan, khususnya bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana.

Hal tersebut dikukuhkan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara KJRI Jeddah yang diwakili oleh Pelaksana Fungsi (PF) Pensosbud-1, Agus Muktamar dan Djujan selaku koordinator Pokjar di Madinah pada Sabtu (18/1), di Madinah. Melalui kerja sama ini nantinya para kalangan PMI bisa meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi dengan sistem kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka (UT).

Pengukuhan ini juga disaksikan oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Ahmad Syofian, PF Pensosbud-2, Tubagus Nafia, dan BPKRT-1, Mochamad Saeful Burhanudin.

Djujan juga dipercaya mengelola program kuliah jarak jauh di UT ini bagi para PMI yang ingin menggunakan layanan pendidikan ini. Dokter yang dikenal sering membantu pendidikan anak-anak Mukimin Indonesia di Madinah ini berharap hal ini dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait peluang dan akses pendidikan mereka.

"Kami berharap terus mendapat support (dukungan) dari Bapak Konjen dan Pensosbud, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh informasi akses pendidikan," ujar Djujan dalam keterangan tertulis.

Usai menandatangani kerja sama ini, Konjen RI Jeddah Eko Hartono menyampaikan harapannya agar para peserta program ini, yang secara umum merupakan kalangan PMI, tidak hanya memperoleh ilmu dan gelar, tapi juga dapat mampu mengembangkan potensi mereka sebelum kembali ke tanah air, yaitu dalam hal memutus rantai kemiskinan.

"Salah satu alasan mengapa mereka terjun ke dunia informal adalah masalah pendidikan," ucap Eko.

Eko menyatakan akan mendukung program layanan pendidikan bagi WNI yang telah diperjuangkan pimpinan sebelumnya. Namun, dia mengharapkan agar kegiatan belajar ini dapat diterapkan dalam aturan yang berlaku.

Pelaksana Fungsi (PF) Pensosbud-1, Agus Muktamar, menyebut bahwa perjanjian kerja sama antara KJRI Jeddah dan Pokjar Madinah sendiri merupakan kelanjutan dari perjanjian induk KJRI Jeddah dengan Rektor UT pada 18 Oktober 2019. Dalam hal ini, sosialisasi program UT di wilayah akreditasi KJRI Jeddah menjadi salah satu fokusnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru