Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Surat Edaran Libur di Natuna Dicabut, Banyak Siswa Belum Masuk Sekolah

* Gubernur Sulsel akan Observasi Ulang Warganya Usai Dikarantina di Natuna
Redaksi - Kamis, 06 Februari 2020 22:04 WIB
155 view
Surat Edaran Libur di Natuna Dicabut, Banyak Siswa Belum Masuk Sekolah
news.detik.com
Ilustrasi : anak sekolah
Natuna (SIB)
Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sempat mengeluarkan surat edaran meliburkan sejumlah sekolah terkait observasi WNI dari Wuhan, China, di Natuna. Meski surat edaran itu sudah dicabut, nyatanya masih banyak siswa yang tidak masuk sekolah.
Wartawan mengunjungi SD Negeri 001 Bunguran Timur, Kota Ranai, Natuna, Rabu (5/1).

Sekolah milik pemerintah itu masih terlihat sepi. Hanya tampak sejumlah murid yang terlihat santai belajar meski jumlahnya masih sedikit.

Para siswa itu belajar seperti biasa, tapi yang membedakan saat ini adalah mereka belajar dengan mengenakan masker. Walau siswa yang datang sedikit, seluruh guru dan staf di sekolah tersebut tetap hadir seluruhnya.

Kepala SDN 001, Abdullah, mengatakan, dari 600 siswa, hanya sekitar 10 persen yang hadir di sekolah. Hal itu disebabkan sebelumnya sempat ada surat edaran dari Pemkab yang meliburkan siswa SD dan SMP, terhitung 3-17 Februari 2020. Belakangan, surat tersebut dicabut.

"Nah, sejumlah wali murid dan keluarganya sudah sempat keluar dari Ranai, ketepatan kapal Pelni Bukitraya datang. Mereka telanjur ada yang pulang kampung," kata Abdullah.

Apalagi, katanya, siswa di sekolah tersebut banyak yang merupakan warga asal Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagian di antara mereka sudah pulang kampung.

"Ya awalnya memang mereka ada yang pulang kampung, belum pulang sampai sekarang. Ada juga yang memang orang tuanya di Ranai tapi belum memasukkan anaknya ke sekolah," kata Abdullah.

Sempat ada kekhawatiran dari warga soal kedatangan WNI dari Wuhun, China. Namun kini, situasinya sudah kondusif.

"Seluruh tenaga pengajar dan staf kita tetap aktif seperti biasa. Walau murid kita banyak yang belum masuk, sekolah tetap buka. Malah ada kelas satu yang terdiri dari tiga lokal, belum ada yang masuk sama sekali," kata Abdullah.

Abdullah menjelaskan, dari 600 siswa ini, pihaknya membuat jadwal belajar masuk pagi dan siang. Untuk kelas I, V, dan VI, jadwal belajarnya pagi hari.

Untuk kelas III dan IV, jadwal belajar siang dan masuk pukul 13.00 WIB. Sedangkan kelas II masuk sekolah pada pukul 10.00 WIB.
"Kondisi sekolah kita masih sepi, banyak murid yang belum masuk. Walau demikian, proses belajar-mengajar tetap kita laksanakan," kata Abdullah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tidak jadi meliburkan beberapa sekolah di wilayahnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan kegiatan sekolah akan tetap berjalan seperti biasa mulai Selasa (4/2).

"Alhamdulillah Surat Edaran tentang Meliburkan Sekolah di Natuna sudah dicabut. Jadi mulai besok, tanggal 4 Februari 2020, anak-anak kembali sekolah seperti biasa," kata Dirjen PAUD Kemendikbud Harris Iskandar saat dihubungi, Senin (3/2).

Sementara itu, Bupati Natuna Wan Siswandi kembali mengedarkan Surat Edaran Nomor 800/DISDIK/48/2020 tentang pencabutan Surat Edaran sebelumnya. Dalam surat edaran yang terbaru, Wan juga menyatakan proses belajar-mengajar akan tetap berlangsung seperti biasa mulai 4 Februari 2020.

Observasi Ulang
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengatakan akan mengobservasi ulang 3 warganya dari Wuhan, China, yang masih dikarantina di Natuna. Observasi dilakukan untuk memastikan warga tersebut bebas dari virus Corona.

"Jadi kemarin saya dengan Bupati Bulukumba sudah berkoordinasi, ada 3 warga Bulukumba yang ada di Natuna (dikarantina) sekarang," kata Nurdin di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (5/2).

Nurdin telah memanggil Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel untuk melakukan persiapan kepulangan warga Sulsel yang kini dikarantina di Natuna.

"Kami tadi pagi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kita mengantisipasi dan mempersiapkan kepulangan 3 warga kita, tentu kita harus pastikan kembali bahwa yang bersangkutan itu sehat, tidak sakit. Dan tentu yang lebih penting virus Corona itu tidak terjangkit," ujarnya.

Ketiga warga Sulsel itu baru akan diperbolehkan kembali ke keluarganya jika sudah dipastikan terbebas dari virus Corona. Untuk itu, Pemprov Sulsel akan melakukan observasi lanjutan.

"Iya (akan ada observasi lanjutan), nanti setelah tiba kita sudah persiapkan. Tadi pagi kita sudah rapat dengan Dinas Kesehatan supaya mempersiapkan dan mengantisipasi kepulangan mereka dan kita pastikan sekali lagi bahwa virus Corona itu tidak ada," tegasnya.

Diketahui, saat ini pemerintah tengah mengkarantina 238 WNI asal Wuhan di Natuna, Kepulauan Riau. Dari 238 WNI tersebut, Nurdin menyebut baru 3 di antaranya yang merupakan warga Sulsel.

"Yang pasti itu dulu yang tiga sudah di Natuna," ujarnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru