Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Pemekaran Papua Harus Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 21:36 WIB
146 view
Pemekaran Papua Harus Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat
indonews.id
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengemukakan, pemekaran Papua, harus untuk mewujudkan kesejahteraan, perbaikan fiskal, dan perbaikan pelayanan publik. Jika, pasca pemekaran terjadi sebaliknya, apalagi masyarakatnya tambah miskin berarti gagal.

Hal ini dikemukakan, Herman Khaeron dalam diskusi “Pemekaran Papua: Sebuah Keniscayaan atau Petaka?” bersama Andi Batara Lipo (Kemendagri), Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok dan peneliti politik LIPI Adriana Elisabeth di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (5/3).

Herman Khaeron juga meminta supaya pemekaran itu jangan dikaitkan dengan kepentingan politik, tetapi bagaimana mensinkronkan keinginan masyarakat daerah dan pusat.

Karena itu harus hati-hati dan sedapat mungkin melibatkan seluruh unsur masyarakat di daerah, dengan kata lain harus menyerap aspirasi masyarakat daerah terlebih dulu.

Direktur Papua Circle Institute Hironimus Hilapok menyatakan, selama ini masih terjadi pro dan kontra soal pemekaran di Papua. Baik di kalangan elit maupun masyarakat Papua sendiri, karena dipertanyakan apakah pemekaran ini untuk kesejahteraan atau memecah belah rakyat Papua?

“Inilah yang mesti dievaluasi bersama,” kata Hironimus sambil menambahkan, yang terpenting pemekaran harus dalam konteks UU Otonomi Khusus (Otsus) No.21 tahun 2001, yang akan berakhir pada 2021 mendatang.

Bagi rakyat Papua, pemekaran itu seharusnya rakyat Papua menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.
Andi Batara Lipo dari Kemendagri menjelaskan, melalui UU No.23 sejak 1999 â€" 2019 terdapat 223 daerah provinsi, kabupaten dan kota baru yang dimekarkan dan semuanya hampir berhasil.

Untuk Papua PAD-nya naik tapi masih rata-rata, belum signifikan. Makanya, kalau ada usulan baru tentu perlu dikaji lebih matang. (J01/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru