Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Hindari Kontak Fisik, Dirlantas Polda Metro Perintahkan Setop Razia

* Ada Pegawai Positif Corona, Kampus Binus Dikosongkan 14 Hari
Redaksi - Jumat, 20 Maret 2020 19:45 WIB
156 view
Hindari Kontak Fisik, Dirlantas Polda Metro Perintahkan Setop Razia
Wilda Hayatun Nufus/detikcom
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo 
Jakarta (SIB)
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memerintahkan jajarannya menghentikan sementara kegiatan razia di tengah wabah COVID-19. Hal ini untuk menghindari kontak fisik anggota dengan masyarakat untuk mengurangi risiko tertularnya virus Corona.

"Dari sisi operasional, saya sudah perintahkan jajaran saya untuk mengurangi tindakan dengan tilang. Kecuali pelanggaran yang kasatmata yang memang membahayakan lalu lintas itu tetap harus. Seperti melawan arus, pelanggaran jalur busway, tidak menggunakan helm, dan lainnya tetap kita tindak," jelas Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/3).

"Tapi pelanggaran lainnya, seperti razia itu sudah saya suruh berhentikan," sambung Sambodo.
Sambodo mengatakan, selain untuk menghindari risiko anggota tertular COVID-19, razia disetop untuk sementara agar tidak terjadi penumpukan pada saat sidang tilang.

"Juga mencegah penumpukan di sidang pengadilan karena biasanya ada kerumunan," kata Sambodo.
Di sisi lain, polisi juga mengedepankan empati kepada masyarakat di tengah wabah Corona ini. Dalam kondisi ini, polisi tetap memperhatikan sisi-sisi kemanusiaan.

"Karena masyarakat kehidupannya sedang sulit, sehingga sangat tidak berempati kalau polisi ikut nambah-nambahin dengan melaksanakan razia," katanya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memaksimalkan tilang elektronik (electronic-traffic law enforcement/e/TLE) untuk menindak pengendara yang melakukan pelanggaran. Sementara masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan lalu lintas meski polisi 'meniadakan sementara' tilang.

"Bagi masyarakat, kami imbau untuk tetap tertib berlalu lintas, patuhi rambu-rambu lalu lintas, mari kita tingkatkan budaya tertib berlalu lintas," tutur Sambodo.

Dikosongkan
Pada kesempatan terpisah, seorang pegawai Universitas Bina Nusantara (Binus) dinyatakan terjangkit virus Corona COVID-19. Pihak Binus memutuskan menutup kampusnya selama 14 hari.

"Perlu kami sampaikan bahwa terdapat Binusian yang positif terinfeksi COVID-19," kata Corporate Marketing Communication Senior Manager Haris Suhendra melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (19/3).
Haris mengatakan orang tersebut adalah seorang petugas. Dia bekerja di area Kampus Anggrek.
"Petugas," ucap Haris.

Haris juga mengatakan petugas tersebut telah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta saat ini. Namun Haris tak menyebutkan informasi lebih lanjut terkait data diri atau kronologi si petugas tertular.
"Dan saat ini dipastikan sedang dalam penanganan di salah satu rumah sakit di Jakarta," ujar Haris.

Haris menyampaikan pihak Binus akan menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus Corona. Antara lain dengan melakukan tracing dan isolasi selama 14 hari terhadap rekan kerja yang pernah berinteraksi dengan petugas positif COVID-19.

"Melakukan tracing dan isolasi selama minimal 14 hari kepada seluruh rekan kerja atau Binusian yang didapati melakukan kontak dalam 14 hari terakhir," tutur Haris.

Terakhir, Haris juga menyampaikan pihaknya akan mengosongkan area kerja Binus selama 14 hari. Selain itu, Binus juga akan melakukan proses penyemprotan disinfektan di seluruh area kerja.
"Lembaga melakukan pembersihan dan disinfecting pada seluruh area Bina Nusantara," kata dia. (detikcom/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru