Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Potensi Radikalisme Harus Tetap Diwaspadai

Redaksi - Kamis, 02 April 2020 15:21 WIB
177 view
Potensi Radikalisme Harus Tetap Diwaspadai
Foto Dok/KJ
DISKUSI VIRTUAL: Lembaga Kajian Dialektika menggelar diskusi virtual dengan tema Mewaspadai Paham Radikalisme dan Perilakunya di Era Milenial, di Jakarta, Senin (30/3). 
Jakarta (SIB)
Dalam situasi penanganan virus korona, pemerintah diminta untuk waspada dan tegas terhadap ancaman serius lain yaitu radikalisme. Disayangkan di tengah wabah Covid-19, isu-isu yang mengarah kepada gerakan radikalisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara terlihat terus bermunculan. Ancamannya, bahkan menyasar ke semua elemen, termasuk kalangan milenial.

"Covid-19 justru dijadikan peluang bagi gerakan radikalisme membangun dan memperkuat sentimen negatif atau ketidak percayaan publik kepada pemerintah, menebar berita-berita hoaks terkait kegagalan negara dalam penanganan Covid-19. Ini sangat berbahaya," kata Wakil Sekretaris Pemuda Pejuang Bravo-5, Reaky Prima Tuanany, di Jakarta, Senin (30/3).

Rezky menyampaikan itu dalam diskusi yang digelar Lembaga Kajian Dialektika melalui virtual group discussion dengan tema Mewaspadai Paham Radikalisme dan Perilakunya di Era Milenial. Selain Rezky, tampil sebagai nara sumber Muhammad Khutub (Direktur Lembaga Kajian Dialektika), Arif Rosyid (Sekjen Dewan Masjid Indonesia/DMI), Waode Zainab ZT (kandidat Phd Al Musthofa International University, Iran), Zuhad Aji Firmantoro (mantan Ketum PB HMI MPO).

Di tengah wabah Covid-19, seharusnya masyarakat dan pemerintah bersatu serta bekerja sama untuk menangani ancaman penyebaran dan dampak-dampaknya. Namun, tambah Rezky, di ruang-ruang publik terlihat munculnya berbagai hoaks dan serangan politik, yang arahnya lebih bertujuan mendegradasi pemerintahan yang sah.

Dukung Pemerintah
Sangat disayangkan jika ada kalangan tertentu memanfaatkan wabah Covid-19 dengan membangun gerakan bernuansa politis yang mengancam kehidupan bernegara, berbangsa, dan beragama.Rezky menegaskan ormas Pemuda Pejuang Bravo-5 mendukung langkah yang diambil pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan bangsa ini.

Sementara itu, Arif Rosyid menilai masjid sebenarnya bukanlah tempat bersarangnya gerakan radikalisme. Radikalisme justru tumbuh subur di luar masjid kalaupun ada paling-paling tidak lebih dari satu persen. Diimbau kepada umat Islam agar jangan terjebak kepada perbedaan-perbedaan yang memecah belah bangsa. (KJ/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat