Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Pilkada Kerap Buat Daya Beli Masyarakat Relatif Terjaga

Redaksi - Rabu, 30 September 2020 10:47 WIB
471 view
Pilkada Kerap Buat Daya Beli Masyarakat Relatif Terjaga
Edi Wahyono/detikcom
Ilustrasi
Medan (SIB)
Meski dikritik karena mengadakan Pilkada di tengah pandemi, pemerintah tetap akan melaksanakannya pada 9 Desember mendatang. Kebijakan yang menuai pro dan kontra pastinya. Tetapi dari sudut pandang ekonomi, Pilkada justru kerap membuat daya beli masyarakat relatif terjaga, apalagi di masa pandemi.

"Jadi saya telah membaca aturan dari KPU, konser musik dilarang selama Pilkada. Ini artinya bahwa Pilkada tahun ini tidak akan banyak melakukan kampanye terbuka, karena ada larangan berkumpul guna mencegah penyebaran Covid-19. Lantas uang kampanye itu akan mengalir ke mana? Tentunya uang akan lebih banyak beredar di masyarakat dalam bentuk tunai atau bantuan sembako," ungkap Gunawan Benjamin SKom MM, pengamat ekonomi Sumut, Minggu (27/9).

Ia menyebutkan tim kampanye akan bergerilya untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Jadi ia memperkirakan masyarakat akan “kebanjiran” uang tunai atau paket sembako.

"Saya bukan dalam posisi menyetujui politik uang atau politik sembako tersebut. Saya hanya menyampaikan dari sudut pandang ekonomi,” ujar Gunawan.

Di tengah pandemi saat ini, sudah terlihat di depan mata masyarakat mengalami keterpurukan daya beli. Banyak yang kehilangan pendapatan atau berkurang pendapatannya. Beban ekonomi masyarakat selama pandemi ini mengalami peningkatan yang tajam.
“Jadi memang masyarakat membutuhkan bantuan sosial tersebut," ungkap Gunawan, dosen Fakultas Ekonomi UISU ini.

Menjelang Pilkada ini, katanya, masyarakat di wilayah yang ada Pilkadanya, akan terjaga daya belinya, khususnya masyarakat di kota Medan.

Gunawan memperkirakan masyarakat akan mendapatkan bantuan tunai dan sembako nantinya. Jadi masyarakat akan menerima bantuan itu dan mereka akan anggap itu berkat, karena masyarakat juga lagi butuh bantuan sosial.

Namun sayangnya bantuan ini sudah pasti tidak akan terdata di pemerintahan setempat. Penerima bantun ini akan lebih banyak diketahui tim kampanye.

Kalau saja terdata, tentunya bisa membuat bantuan dari pihak lain lebih terorganisir, sehingga memunculkan pemerataan data penerima bantuan.

Dia mengimbau masyarakat untuk memilih pasangan bukan karena bantuan tersebut. Kalaupun seandainya menerima bantuan, tetapi pilihlah dari program kerja ataupun prestasi yang pernah dibuat. Ya mudah-mudahan nanti akan kita bedah visi misi paslon masing-masing dalam sesi selanjutnya," ujarnya. (M2/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat