Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Covid-19 Mempercepat Tren Digitalisasi Gaya Hidup

Redaksi - Rabu, 02 Desember 2020 17:09 WIB
313 view
Covid-19 Mempercepat Tren Digitalisasi Gaya Hidup
Istimewa
Layanan Manulife di tengah pandemi Covid-19
Medan (SIB)
Manulife Indonesia berharap lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya asuransi. Karena saat ini kami melindungi lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia," kata Director and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun dalam siaran persnya, Sabtu (28/11).

Perempuan asal Medan ini mengatakan, Manulife Indonesia sendiri selama Covid-19, sudah membayar klaim terkait Covid-19 sejumlah Rp 54,5 miliar per 9 November 2020.

Ia menuturkan, Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia (MI) terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah.

Di satu sisi, Manulife Indonesia semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-Face to Face. Begitu pula dengan layanan Customer Service yang tetap berupaya melakukan pelayanan kepada nasabah dengan cara yang berbeda, bahkan ketika tanpa harus bertatap muka," jelasnya.

Kerjasama yang kuat antar tim MI, baik karyawan maupun tenaga pemasar, membuat upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan bisnis tetap berjalan dengan baik meskipun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Mendengarkan saran maupun kritik dari para nasabah adalah salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis perusahaan," tegas Novita.

Novita bilang, secara berkala, pihaknya mengadakan pertemuan secara virtual dengan para nasabah dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka untuk menjadikan layanan perusahaan semakin hari semakin baik ke depannya.

Selain itu, survei Manulife Asia Care juga menunjukkan jika 300 responden di Indonesia sejak pandemi beralih dari belanja secara offline ke online (65%), menggunakan layanan online seperti pembayaran, belanja dan pengiriman makanan (71%) dan khususnya menggunakan media online untuk mencari berita dan bersosialisasi (keduanya sebesar 69%).

Covid-19 telah mempercepat tren yang sudah ada terutama digitalisasi dalam gaya hidup. Oleh sebab itu, insurtech (insurance technology), bisa menjadi salah satu yang dimanfaatkan untuk peningkatkan inklusi dan bisnis asuransi.

Sebagai upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal, terutama di era pandemi, perusahaan memaksimalkan langkah-langkah efektif misalnya dengan memanfaatkan layanan non face to face untuk nasabah.

Kemudian memperluas aplikasi digital untuk nasabah guna memudahkan mereka dalam mengakses layanan seperti submit klaim, cek polis melalui MiAccount.

Bekerjasama dengan platform untuk memperluas jangkauan nasabah seperti dengan Halodoc. Nasabah korporasi Manulife dapat memanfaatkan layanan ini untuk cek kondisi kesehatan mereka di aplikasi tersebut.

OJK
Di sisi lain, Novita menyebutkan, Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, inklusi perasuransian sebesar 6,18%, jauh dibawah perbankan yang mencapai 73,88%.

Inklusi asuransi yang rendah menunjukkan ruang untuk industri ini berkembang masih sangat besar, ujarnya. (M2/d)
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru