Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026
Mendikbud: Guru Garda Terdepan, Tapi Paling Sering Terlewatkan

Tingkatkan Kesejahteraan Guru, akan Dibentuk Ditjen Khusus

- Selasa, 25 November 2014 20:20 WIB
393 view
Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan upacara peringatan Hari Guru dan ulang tahun ke-69 PGRI . Revolusi mental melalui penguatan peran strategis guru menjadi tema utama peringatan Hari Guru tahun ini.

"Tema Hari Guru Nasional dan HUT PGRI adalah guru sebagai kunci pencapaian revolusi mental, bagaimana guru menjadi ujung tombak dalam melakukan perubahan mindset, sikap dan mental kita. Guru adalah ujung tombak, dan cara pandang kita terhadap guru harus diubah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam konferensi pers di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).

Melalui tema tersebut, ada beberapa hal yang mendapat perhatian utama pemerintah di antaranya mengenai status kepegawaian, kesejahteraan guru, dan lainnya.

"Status kepegawaian, kesejahteraan, jaminan dan yang lainnya. Saya akui menjadi PR pemerintah, dan diakui sebagian belum dijalankan dengan baik. Para guru ini, mereka berada di garda paling depan, namun justru yang paling sering terlewatkan, ini yang harus diubah," jelas Anies.

"Nasib bangsa kita sedang kita titipkan kepada guru, bagaimana cara bangsa menghargai guru, begitu juga cara bangsa menghargai bangsanya sendiri," kata dia.

Sehingga Anies mengajak semua pihak untuk bersama-sama memuliakan guru dan menempatkan guru di posisi terhormat. "Kurangi beban guru, karena setinggi-tingginya peningkatan kesejahteraan dilakukan pemerintah, jika beban guru tetap besar, pengeluaran guru juga meningkat, enggak ada artinya. Saya ajak rakyat Indonesia untuk mengurangi pengeluaran guru," sambung Anies.

Puncak peringatan Hari Guru akan dilaksanakan pada 27 November di Istora Senayan. Selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, di sana juga akan diadakan pemberian penghargaan kepada guru-guru se-Indonesia.

"Sementara untuk upacara bendera yang akan dilaksanakan hari ini di Kantor Kemendikbud, upacara akan diiringi oleh konduktor Addie MS. Mas Addie akan memainkan peran dalam upacara, dan kita ingin secara simbolik menandai bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ingin menjalankan tugas di bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai tugas dan mengundang masyarakat untuk terlibat, termasuk saat menyelenggaraan upacara yang dulunya formal, kita ingin menyelenggaraan upacara yang terbuka untuk masyarakat," pungkasnya.

Bentuk Ditjen Khusus

Merayakan Hari Guru yang jatuh pada 25 November, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan para guru harus diberikan pelayanan VIP, istimewa di segala kesempatan.

"Jadi, apabila anda memiliki unit usaha, beri dia diskon, beri kemudahan kepada guru. Ini profesi mulia. Jika anda punya toko buku, berikan discount, kenapa? Karena dia guru. Tidak perlu anda keluarkan rupiah, tetapi anda tempatkan, ini profesi yang mulia, karena merekalah kita bisa maju," ujar Anies.

Walaupun guru bukanlah makhluk yang sempurna, namun lanjut Anies, guru telah berperan besar dalam membentuk karakter seorang manusia di masyarakat. Memberikan pelayanan yang istimewa bagi seorang guru, dianggap pantas untuk dilakukan.

"Apakah semua guru sempurna? Tidak. Guru bukanlah malaikat, guru juga memiliki permasalahan. Tapi mayoritas guru ini adalah orangtua, guru adalah orangtua yang mencintai pendidikan, dan pasti mencintai anak didiknya," jelas Anies.

Terkait peningkatan kesejahteraan guru, Anies mengaku telah membicarakannya dengan beberapa pihak terkait. Tak hanya itu, beberapa struktur di Kemendikbud juga akan diubah demi pemberian layanan khusus kepada guru.

"Sekarang, soal peningkatan kesejahteraan, ini sudah dibicarakan dengan KemenPAN dan Pemda. Lalu soal kualitas, secara struktural pengelolaan guru akan berubah, nanti tidak akan disebar, tapi di kementerian ini nanti akan ada dirjen khusus yang mengelola guru," kata Anies.

 Selain agar pembinaan guru jadi lebih terkoordinir, kualitas guru akan ditingkatkan bukan dengan pelatihan, tetapi difokuskan kepada metode mengajar. Sehingga nanti mereka yang dilatih tidak terlalu terfokus kepada administrasi saja.

"Lalu mengenai distribusi, nanti tidak akan menggunakan sistem ad hoc untuk mengisi kekosongan guru, tetapi dengan Pemda kita akan menentukan tempat mana yang kurang, nanti kita akan menentukan, targetnya tahun ini bisa diisi berapa, tahun depan berapa," sambungnya?.

"Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak semua pihak bergerak memuliakan guru. Saat ini sudah banyak kegiatan dan organisasi yang memuliakan guru di masyarakat," pungkas Anies.(dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru