Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Kualitas Infrastruktur RI No.72 di Dunia, Malaysia No.20, dan Singapura No.2

- Kamis, 27 November 2014 20:21 WIB
162 view
Jakarta (SIB)- Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Selama ini, kualitas infrastruktur Indonesia kalah jauh dari Malaysia dan Singapura.

Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini mengatakan, kondisi infrastruktur yang buruk membuat ongkos logistik di Indonesia sangat mahal.

"Sebagai gambaran, kualitas infrastruktur kita berada di peringkat 72, jauh di bawah Malaysia yang berada di peringkat 20, Singapura apalagi yang di urutan 2," ujar Emma dalam acara Indonesia International EPC Conference and Exhibition, di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).

Kemudian, kualitas pelabuhan di Indonesia juga masih rendah peringkatnya. Di dunia, peringkat kualitas pelabuhan Indonesia nomor 77, sementara Malaysia di peringkat 19, dan Singapura di peringkat 2.

"Akibatnya kita lebih murah impor barang daripada produksi sendiri. Bandingkan harga jeruk Pontianak jauh lebih mahal daripada jeruk Mandarin," ungkap Emma.

Dia menjelaskan, garis pantai Indonesia yang sangat panjang membuat infrastruktur diperlukan, agar ongkos logistik bisa ditekan. Garis pantai Indonesia panjangnya 95.000 km. Jepang garis pantainya 34.000 km, dan tiap 11 km ada sebuah pelabuhan. Sementara Filipina, setiap 50 km ada 1 pelabuhan.

"Sementara di Indonesia, 1 pelabuhan untuk tiap 4.500 km garis pantai. Ini yang membuat ongkos logistik kita luar biasa mahal sekali," jelas Emma.

"Di negara seperti Singapura, Malaysia, dan Amerika, ongkos logistik tiap barang di bawah 5%," imbuh Emma.(detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru