Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Korban Longsor Banjarnegara Ditemukan Berpelukan

*Pencarian Korban Resmi Dihentikan
- Senin, 22 Desember 2014 12:47 WIB
267 view
Banjarnegara (SIB)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) menyatakan sebanyak 93 korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi hingga Minggu dinihari (21/12). Dua dari 93 jenazah yang telah dievakuasi ditemukan dalam kondisi sedang berpelukan.
"Mereka adalah ibu dan anak," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Jawa Tengah Tri Joko Priyono di lokasi longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Jumat, 19 Desember 2014.

Dia menjelaskan hampir setengah hari tim gabungan berusaha mengangkat korban longsor ibu dan anak yang terjepit tembok. Jika tak hati-hati, tubuh korban bisa lepas karena sudah tertimbun selama tujuh hari. Posisi ibu sedang memeluk anaknya sambil melindungi kepala sang anak. Letak kepala si anak berada di dada sang ibu.

Koordinator Lapangan Evakuasi Korban, Letnan Kolonel Infanteri Edy Rohmatulloh, mengatakan kendala cuaca menjadi proses evakuasi semakin berat.
RESMI DIHENTIKAN

Pemerintah mengumumkan total korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang telah ditemukan sebanyak 93 orang. Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno menyatakan pencarian korban longsor resmi dihentikan Minggu (21/12).

"Kegiatan penanganan bencana dilanjutkan dengan tanggap bencana tahap dua yang berlaku Senin, 22 Desember 2014, hingga 4 Januari 2015," kata Hadi Minggu (21/12). Pada fase ini, dia menjelaskan, pemerintah memprioritaskan penanganan pengungsi agar segera masuk ke dalam hunian sementara di rumah-rumah penduduk.

Komandan Satgas Penanganan Bencana Longsor Dukuh Jemblung, Dandim 0704, Letnan Kolonel Infanteri Edi Rochmatullah menjelaskan pada masa tanggap darurat tahap kedua ini, pemimpin operasi adalah TNI dan PMI. Namun demikian, dia mengatakan, sebagian besar personel TNI akan ditarik ke markas mereka masing-masing. "Yang tinggal adalah anggota TNI dari Kodim," katanya.

Mengenai evakuasi korban longsor, Edi mengatakan, masyarakat sebenarnya sudah menerima jika pencarian dihentikan pada Jumat, 19 Desember lalu. Tetapi, kata dia, proses pencarian ditambah sehari atau hingga Sabtu, 20 Desember 2014.

Edi menjelaskan, petugas dan relawan yang mencari dan mengevakuasi korban yang tertimbun longsor harus menggunakan standar keamanan lengkap.

Mereka dilarang menyentuh mayat dengan tangan telanjang karena kondisinya sudah membusuk setelah sekian lama tertimbun. "Tubuh korban bisa hancur," kata Edi.(Tempo/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru