Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Dalam 4 Tahun, Polri Sudah Tambah 7 Ribu Polwan

- Rabu, 12 Maret 2014 20:58 WIB
1.024 view
Dalam 4 Tahun, Polri Sudah Tambah 7 Ribu Polwan
Polwan tersenyum saat diabadikan seorang potografer
Jakarta (SIB)- Meningkatnya kejahatan yang melibatkan wanita dan anak-anak membuat Presiden SBY meminta Polri menambah anggota polisi wanitanya (Polwan). Jenderal Polisi Sutarman kemudian menyatakan telah menambah 7.000 anggota polwan untuk empat tahun terakhir.

"2014 ini ada 20.000 anggota, termasuk 7.000 polwan dalam kurun waktu 2010-2014 ini," kata Sutarman di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/3) malam.

Sutarman menjelaskan, rasio anggota Polri dengan masyarakat saat ini baru 1 banding 575. Artinya, satu anggota Polri melayani 575 orang.

"Itu kan ada naik dan turun. Naik karena penambahan, kalau turun karena pensiun. Rata-rata pensiun 5000 sampai 6000 personel dalam satu tahun," ujar Sutarman.

Idealnya rasio anggota Polri terhadap masyarakat di kota-kota besar adalah 1 banding 300. Sutarman belum bisa memastikan kapan Polri bisa memenuhi rasio ideal ini.

"Nanti, tunggu policy ke depan. Pemimpin negara ke depan. Nah, setiap tahunnya kan akan ada yang pensiun, kalau pembangunan yang di titik ini 5.000 personel ya itu hanya untuk mengisi yang pensiun saja," ujar Sutarman.

Penambahan personel ini diikuti dengan peningkatan anggaran yang dialokasikan untuk berbagai kegiatan Polri. Untuk tahun 2013 lalu, total anggaran yang diterima Polri dari APBN mencapai Rp 47 triliun.

"Sehingga pembangunan yang sangat besar pada institusi Polri tentu dengan tuntutan masyarakat. Kita harus meningkatkan kinerja Polri yang semakin profesional ke depan untuk memenuhi rasa aman, pelayanan, dan kebutuhan masyarakat," ujar Sutarman.

Sebagian anggaran yang dialokasikan untuk kesejahteraan anggota Polri digunakan juga untuk pembangunan rumah dinas dan kantor wilayah. Salah satunya pembangunan Mapolsek-mapolsek di seluruh Indonesia dari tahun 2010 hingga 2014 ini.

"Kemudian juga sarana dan prasarana, termasuk alat pengendalian massa, teknologi informasi yang kita bangun, cyber crime yang kita bangun, sehingga kita bisa memantau seluruh kejahatan cyber yang terjadi," ujar Sutarman. (detikcom/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru