Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Ngaku Situs Revolusi Mental Diretas, Kemenko PMK Pilih Tak Lapor Polisi

- Jumat, 28 Agustus 2015 11:25 WIB
219 view
 Ngaku Situs Revolusi Mental Diretas, Kemenko PMK Pilih Tak Lapor Polisi
Jakarta (SIB) - Kemenko PMK menegaskan, penyebab situs www.revolusimental.go.id tak bisa diakses karena diretas atau di-hack. Deputi V Kemenko PMK Hazwan Yunas pun memaparkan kronologi peretasan situs itu.

"Kebetulan saya yang bertanggung jawab atas situs ini. Jadi awalnya tanggal 24 Agustus 2015 situs diluncurkan, kemudian malamnya langsung ada gangguan tetapi bisa diatasi. Kemudian pada besok paginya gangguan semakin besar dan sama sekali tidak bisa diakses," kata Hazwar di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Pihaknya kemudian memutuskan untuk menutup situs sementara waktu. Dari data yang mereka dapatkan, langsung disimpulkan bahwa situs itu diretas.

"Kami tidak bisa menyebutkan apa saja gangguan yang muncul, tetapi itu ada di tim kami. Saat ini kami fokus untuk meningkatkan pengamanan situs," imbuh Sesmenko PMK Sugihartatmo.

Sugihartatmo menambahkan, pihaknya akan menggandeng Kemenkominfo untuk mengatasi masalah ini. Dia mengakui masih ada kelemahan dari situs Revolusi Mental.

Tetapi Kemenko PMK masih belum berniat untuk lapor polisi. Padahal tindakan peretasan merupakan bentuk kriminalitas yang seharusnya bisa dilacak dan ditindak oleh penegak hukum.

"Jadi begini, walau pun itu diretas, tetapi kami menanggapi positif bahwa dengan ini kami jadi sadar kalau situs yang kami buat belum aman. Maka itu pengamanan akan kami tingkatkan setelah ini. Ini situs Revolusi Mental, maka itu kami juga akan melakukan pendekatan positif pula," kata Sugi.

Lalu, apa kepentingan hacker meretas situs yang baru diluncurkan itu menurut Kemenko PMK?

"Saya no comment untuk itu. Saya tidak mau berspekulasi apakah ada ini dan itu, silakan tafsirkan sendiri," jawab dia. (detikcom/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru