Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Jambi Terancam Rawan Pangan

- Senin, 07 September 2015 13:34 WIB
175 view
Jambi Terancam Rawan Pangan
JAMBI (SIB) - Provinsi Jambi terancam rawan pangan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Konsisi tersebut akan terjadi jika dua bulan ke depan ribuan hektare lahan pertanian di daerah itu tidak diguyur hujan. Kini memang belum terasa, tunggu dua bulan lagi karena padi, jagung, dan kedelai ada yang gagal panen dan gagal tanam.

"Jika tidak diatasi kondisi kekeringan ini, rawan pangan tak bisa dielakkan lagi. Kalau tidak ada yang tanam dan panen, kita dapat pasokan pangan dari mana," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Hartono, di Jambi, kemarin.

Sejak musim kemarau melanda Provinsi Jambi tercatat 10.400 hektare (ha) lahan padi kekeringan. Lahan jagung lebih kurang mengalami kekeringan seluas 1.382 ha, dan kedelai 1.724 ha. Ratusan ha sawah menunda masa tanam.

Terancam Puso
Sementara dari laporan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Amrin Aziz, setidaknya 10.400 ha tanaman padi di Provinsi Jambi kekeringan dan terancam puso. Rinciannya seluas 4.865 ha kekeringan ringan, 2.746 ha kekeringan sedang, 1.972 ha kekeringan berat, dan 736 ha puso. Jumlah itu tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Tanaman yang puso terbanyak di Tanjung Jabung Timur, yakni seluas 439 ha. Disusul Merangin 122 ha, Muarojambi 74 ha, Tebo 50 ha, dan Bungo 50 ha. "Lahan yang mengalami kekeringan berat seluas 1.972 ha itu terdapat di Merangin 764 ha, Tanjung Jabung Timut 369 ha, Bungo 275 ha, Batanghari 271 ha, Muarojambi 247 ha, dan Kerinci 15 ha," kata Amrin.

Kekeringan dan gagal panen tak hanya terjadi pada tanaman padi, kekeringan juga melanda tanaman jagung. Setidaknya 1.382 ha tanaman jagung terancam puso. Rinciannya, 419 ha di Merangin dengan 34 ha puso. Kemudian di Tebo 50 ha kekeringan dengan 25 ha sudah puso. Sedangkan daerah lain masih dalam kekeringan ringan, sedang dan berat.

Ancaman gagal panen juga menyerang tanaman kedelai. Setidaknya 1.724 ha terancam puso. Rinciannya, di Tebo 425 ha, Batanghari 25 ha, Merangin 16 ha,  dan di Tanjabtim lima ha. Sementara 271 ha lahan kedelai di Tanjabtim dan Bungo sedang mengalami kekeringan berat.

Dengan musim kemarau panjang ini, Dinas Pertanian memperkirakan sulit mencapai target penanaman sampai 125 ha. Meski penanaman tahap pertama sudah panen, namun penanaman tahap ke dua nanti terancam tidak bisa dilakukan. "Hasil tanam kami baru 45 ha. Jadi masih ada sekitar 80 ha yang harus kami kejar sampai Desember mendatang. Inilah kesulitan kami," kata Amrin. (Kj/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru