Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

TNI Minta Tambahan Anggaran Rp 35 T

- Rabu, 09 September 2015 14:03 WIB
208 view
TNI Minta Tambahan Anggaran Rp 35 T
Jakarta (SIB)- Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan institusinya meminta tambahan anggaran senilai Rp 35 triliun untuk tahun anggaran 2016 mendatang.

Sekalipun anggaran naik, namun dibanding 2015 anggaran untuk Kementerian Pertahanan pada tahun 2016 direncanakan sebesar Rp 95,91 triliun atau turun sekitar Rp 7 triliun dari tahun 2015.

"Tahun 2016 TNI meminta tambahan anggaran sekitar Rp 35 triliun. Penambahan itu karena adanya penyesuaian kurs rupiah," ujar Gatot usai rapat kerja dengan komisi I DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (7/9) malam.

Dia mengungkapkan, ada dua faktor alasan institusinya mengajukan penambahan anggaran itu. Pertama kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Menurut dia, saat penyusunan APBN 2015, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS senilai Rp 12.500. Saat ini, kata dia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp 14.000 lebih.

Alasan kedua permintaan tambahan anggaran itu, sambung Gatot, adalah Peraturan Presiden (PP) Nomor 87 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di lingkungan TNI.

Menurut dia, tunjangan kinerja di lingkungan TNI di tahun 2015 masih menggunakan aturan yang lama.

"Tunjangan kinerja TNI pada 2015 masih yang lama, ini salah satu faktor (alasan penambahan anggaran TNI)," katanya.

Dia menjelaskan sesuai dengan Minimum Essential Forces (MEF), setiap lima tahun atau pergantian pemerintah, program itu harus dievaluasi. Menurut dia, evaluasi itu harus berdasarkan ancaman misalnya kebijakan pemerintah mengenai poros maritim.

"Lalu soal ancaman Laut Tiongkok Selatan dan penumpukan pasukan (AS) di Darwin. Maka hal itu perlu perlu ada evaluasi, mana yang perlu mendapatkan prioritas," ujarnya.

Dia mencontohkan TNI AU membutuhkan radar untuk deteksi udara dan perlu pesawat tempur seperti Sukhoi 35 dan pesawat angkut. Selain itu dia mencontohkan TNI AL memerlukan kapal selam kelas kilo dan radar sehingga kebutuhan itu perlu menjadi prioritas.

Karena dengan poros maritim, lanjut Panglima, TNIĀ  perlu keunggulan laut dan keunggulan udara. Keunggulan laut dan udara juga diperlukan untuk memperkuat penginderaan karena celah-celah wilayah Indonesia banyak berlubang dan belum terpayungi radar.

Gatot mengatakan dalam RDP itu dirinya menjelaskan penyerapan anggaran TNI tahun 2015 hingga saat ini sebesar 56,64 persen dan itu dinilainya cukup baik.
Dia juga menjelaskan kepada Komisi I DPR RI terkait rencana institusinya agar penyerapan anggaran 2015 bisa mencapai 100 persen.

"Lalu saya jelaskan apa saja yang akan kami masukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran 2016," ujarnya. (SP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru