Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Harga Avtur RI Lebih Mahal 5% daripada Produk Impor

- Selasa, 15 September 2015 12:40 WIB
392 view
Harga Avtur RI Lebih Mahal 5% daripada Produk Impor
Jakarta (SIB)- Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengeluhkan mahalnya harga avtur PT Pertamina (Persero) hingga 20%, hal ini berdampak pada kurangnya daya saing maskapai Indonesia. Saat proses di kilang, harga avtur Indonesia sudah mahal 5% daripada produk impor sejenis.

"Penyebab harga avtur di Indonesia mahal, karena kilang kita tua. Kalau tua tingkat efisiensinya kurang, sehingga harga pokoknya saja memang lebih tinggi 5% daripada impor," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Senin (14/9).

Bambang mengatakan, Pertamina di tahun ini menargetkan produksi avtur mencapai 18,8 juta barel atau sekitar 65,6% dari total kebutuhan. Sedangkan 34,4% kebutuhan atau sekitar 9,8 juta barel diimpor dari luar negeri.

"Tahun lalu realisasi avtur Pertamina mencapai 20,1 juta barel (76,6%) dan impor 6,1 juta barel (23,4%)," ungkap Bambang.

Ia menambahkan, mahalnya avtur Pertamina juga disebabkan banyaknya pajak, ada sewa peralatan (throughput fee/ concession fee) dari Angkasa Pura (AP), selaku pengelola bandara.

"Kita sudah komunikasikan ke AP bisakah concession fee ini dihapus, ternyata nggak bisa malah mereka mau biayanya dinaikkan," ucap Bambang.

Pertamina, kata Bambang menyadari bahwa harga avtur yang dijual lebih mahal, tapi pihaknya sedang melakukan berbagai upaya agar harga avtur dapat lebih murah.

"Kita akan kombinasikan antara produk kilang dan impor, serta menekan biaya-biaya lain baik dari operasi maupun yang lainnya," tutup Bambang. (detikfinance/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru