Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Balai Agung DKI Bakal Disulap Jadi Bioskop Tiap Akhir Pekan

- Selasa, 15 September 2015 13:45 WIB
554 view
Balai Agung DKI Bakal Disulap Jadi Bioskop Tiap Akhir Pekan
SIB/Tempo.co
JADI BIOSKOP: Balai Kota/Kantor Gubernur DKI Jakarta yang akan disulap Ahok jadi bioskop tiap akhir pekan.
Jakarta (SIB)- Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menjadikan Wisata Balai Kota sebagai salah satu ajang promosi program-program pembangunan. Salah satunya dengan cara menayangkan program Jakarta Smart City di Ruang Balai Agung.

Setelah sempat melihat tayangan program Smart City, muncul ide Ahok untuk memutar film-film nasional di ruangan yang terletak di lantai 2 Balai Kota.

"Film-film nasional yang sudah tidak beredar di bioskop kan banyak orang nggak sempat nonton, saya ingin pas Sabtu-Minggu diputar di sini. Tapi saya mau gantiin ini dengan proyektor yang lebih tajam biar kayak bioskop punya," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9).

Menurut Ahok sound system yang dimiliki Pemprov DKI di Ruang Balai Agung sudah baik. Namun yang perlu diganti adalah proyektor agar gambar terlihat lebih jelas, detil dan tajam.

Adapun film-film yang dia minta untuk ditayangkannya adalah film lokal, sehingga bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme pengunjung. Tak hanya itu, dengan pemutaran film nantinya industri perfilman dalam negeri bisa kembali bergairah lagi.

"Film-film nasional atau film-film pendek, jadi sutradara film-film pendek itu dia punya tempat memutarkan karyanya seperti di bioskop. Tanpa bayar. Kita bisa putar misalnya jam 10.00 atau jam 12.00 WIB habis itu off, lalu jam 14.00 sampai jam 16.00 WIB putar lagi beda-beda filmnya," kata dia.

"Ini akan memperamai perfilman nasional, sehingga sutradara-sutradara muda dan sutradara film pendek yang nggak ada tempat mutar (karya filmnya), bisa di sini. Makanya mesti diatur. Kita nggak bayar, dia akan promosi atau gimana gitu loh. Kalau dia film baru dan kita harus bayar, ya kita bayar," sambungnya.


Ahok tidak ingin film sembarang yang ditayangkan di Balai Agung. Dia berpesan kepada Biro Umum Pemprov DKI dan jajaran SKPD lainnya untuk mengkajinya lebih dalam ide dia.

"Kita seleksi filmnya jenis apa. Kita mesti seleksi film yang berpendidikan, misalnya film Benjamin S atau film patung-patung Jakarta. Film Soekarno dan Sudirman juga bagus," terang dia.

"Yang pasti nggak mungkin film Hollywood, harus film Indonesia semua. (Film) India jangan. Kalau film Warkop boleh saja kali ya," pungkas Ahok.(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru