Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Nenek-nenek Bentuk Girlband KGB84 Saingi Kelompok Seksi AKB48

- Selasa, 15 September 2015 14:35 WIB
887 view
Nenek-nenek Bentuk Girlband KGB84 Saingi Kelompok Seksi AKB48
Tokyo (SIB)- AKB48 adalah grup seksi terdiri dari perempuan muda. Popularitasnya merambat ke seluruh Asia, termasuk Indonesia. Di Jepang, ada KGB84 yang terdiri dari nenek-nenek.

Grup vokal itu sudah ada sejak tahun 1920-an. Kini anggota KGB84 berusia rata-rata adalah 84. “Mereka bukan hanya grup musik paling panas seantero Jepang, tetapi yang tertua,” tulis DogoNews, Senin (14/9). Grup nenek-nenek ini untuk meliris lagu hit dan menggelar konser yang laris manis di Tokyo dan Osaka.

Usia termuda dari 33 anggota grup itu adalah 80, dengan usia tertua mencapai 97 tahun. Kelompok ini terbentuk oleh gagasan musisi lokal bernama Kikuo Tsuchida. Mereka berasal dari pulau koral terpencil bernama Kohima di kawasan Okinawa yang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia.

Nama KGB84 berasal dari kata Kohamajima Ba-chan Gasshodan (Kohamajima grandma chorus), yang merupakan permainan kata dari grup musik populer AKB48—yang anggotanya gadis remaja sebanyak 48 orang. KGB84 merupakan kelompok vokal dan tari. Meskipun tarian mereka tidak bisa dianggap ‘keren’ dalam pandangan anak muda masa kini, tarian mereka dianggap luar biasa bagi penggemar mereka yang berusia setengah baya.

Seperti halnya semua kelompok musik, KGB84 juga memiliki diva bernama Tomi Menaka, 92 tahun. Menaka biasanya menggunakan alat bantu tongkat ketika pentas di atas panggung. Dia juga menari ketika musik tradisional Okinawa dimainkan dengan sentuhan gaya pop khas Tokyo. Menaka, penyuka makanan manis ini mengatakan dia menjaga tubuhnya dengan membersihkan rumah secara teratur. Sementara untuk menjaga kulitnya, dia hanya melindungi diri dari sinar matahari langsung.

Informasi tentang berapa lama mereka pentas bersama memang tidak jelas, tetapi mereka langsung populer ketika tiket konser di Osaka dan Tokyo terjual habis bersamaan dengan keluarnya rekaman pertama mereka yang berjudul ‘Come On and Dance, Kohama Island.” Untuk mengikuti tren, mereka juga merekam video musik yang menampilkan keindahan alam mereka, juga tarian Menaka yang luar biasa.

Kelompok itu sedikit jengkel ketika mendengar mereka disebut sebagai ‘idola’. Menaka mengira kata itu berarti “orang-orang yang sudah hidup panjang dan sedang di gerbang surga.” Dia cukup lega ketika paham bahwa ‘idola’ merupakan kata lain dari ‘entertainers.’ Menaka lalu tersenyum sambil berkata, “sebelum ini, saya belum pernah ke Tokyo dan Osaka, saya memang ingin ke sana sebelum pergi ke surga.”

Kunjungan ke dua kota itu, lapor Tempo.Co, merupakan hadiah bagi anggota kelompoknya yang sebagian besar belum pernah keluar dari pulau tempat tinggalnya. Untuk beberapa hal, tenarnya kelompok musik ini memberikan pengalaman baru bagi anggotanya seperti kesenangan bertemu fan, kesempatan bertemu dengan cucu di luar pulau. (t/R9/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru