Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Interpol RI Beri Sinyal WNI Penumpang MH370 Clear

* TNI AU Kerahkan F-16 Cari Pesawat
- Rabu, 19 Maret 2014 21:16 WIB
434 view
Interpol RI Beri Sinyal WNI Penumpang MH370 Clear
Jakarta (SIB)- Pemerintah Malaysia membuka kemungkinan adanya pembajakan dalam kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Tak heran kalau pihak kepolisian Diraja Malaysia meminta data para penumpang dari berbagai negara. Jejak terkait terorisme tengah dilacak. Apa kata Interpol RI soal ini?

"WNI ada 7 orang, saya kira terlalu dini mereka dikaitkan dengan terorisme," jelas Ses NCB Interpol Brigjen Pol Setyo Wasisto saat dikonfirmasi, Senin (17/3/2014) malam.

Menurut Setyo, permintaan resmi memang sudah dilayangkan pihak kepolisian Malaysia. Mereka meminta melalui jaringan Interpol yang meneruskannya ke Interpol Indonesia.

"Yang penting sekarang data-data mereka sedang dikumpulkan sesuai permintaan Interpol Malaysia," tutup dia.

Selain pilot, kru dan staf, pihak kepolisian Malaysia juga mendalami profil setiap penumpang di MH370. Hal itu untuk mencari petunjuk terkait hilangnya pesawat Boeing yang membawa 239 penumpang tersebut.

"Pemeriksaan latar belakang penumpang penerbangan MH370 untuk mendapatkan petunjuk terkait hilangnya pesawat tersebut," ujar kepala polisi di Malaysia, Khalid Abu Bakar seperti dilansir Reuters Minggu (16/3/2014).

TNI AU Kerahkan F-16
TNI Angkatan Udara masih terus mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang. Tidak hanya mengoperasikan pesawat intai maritim, pesawat tempur F-16 juga ikut dikerahkan dalam operasi pencarian ini.

Ada 6 pesawat F-16 yang saat ini sudah berada di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Senin (17/3). Pesawat-pesawat itu berasal dari Skadron Udara 3 Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia menyatakan, pesawat tempur itu sebenarnya akan mengikuti Latihan Pertahanan Udara Kilat dan Cakra yang digelar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) III.

Latihan itu dilakukan dalam rangka memelihara integritas dan kedaulatan wilayah udara Indonesia.

"Pesawat-pesawat ini ikut dalam latihan yang digelar di Kosek Hanudnas III," kata Putu Dunia kepada wartawan di Lanud Soewondo.

Nah, sementara latihan kemampuan dalam operasi itu Pesawat MAS MH370 hilang sembilan hari lalu dalam penerbangan Kuala Lumpur – Beijing. Setelah pencarian sepekan lebih tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat itu di sekitar Laut China Selatan maupun Selat Malaka, kini mencuat dugaan pesawat kemungkinan dibajak.

Area pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 dipersempit oleh otoritas Malaysia dalam jangka waktu 24 jam terakhir. Indonesia dan Australia memimpin pencarian di koridor selatan sedangkan China dan Kazakhstan memimpin pencarian di koridor utara. Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammudin Hussein menuturkan bahwa otoritas Malaysia telah meminta bantuan dari seluruh pemimpin negara ASEAN untuk mengerahkan aset udara dan laut. Demikian seperti dilansir The Star, Selasa (18/3).

"Ini melibatkan area pencarian yang sangat luas dan pencarian ini tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Malaysia. Kami sangat senang bahwa banyak negara yang menawarkan bantuan dan mendukung operasi pencarian," ucap Hishammuddin dalam konferensi pers hari ini di Kuala Lumpur.
Hishammudin menjelaskan, sebanyak 9 negara yang tidak berada di koridor pencarian juga ikut membantu pencarian. Menurutnya, kini total area pencarian mencapai luas 2,24 juta mil laut persegi atau setara 7,6 juta kilometer persegi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah menambahkan bahwa tidak mungkin banyak negara bergabung dalam pencarian MAS MH370, jika Malaysia tidak memiliki hubungan baik dengan negara-negara tersebut. Hal ini menanggapi munculnya ketegangan antara Malaysia dan otoritas negara lain, terutama China dan Amerika Serikat dalam penanganan insiden ini.

Pencarian besar-besaran MAS MH370 ini melibatkan 26 negara, termasuk Indonesia. Pencarian kini difokuskan pada dua koridor utama, yakni koridor utara di kawasan Asia Tengah, mulai dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara dan koridor selatan mulai dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan.

Hal ini setelah hasil investigasi menunjukkan bahwa pesawat tersebut sengaja dialihkan rutenya hingga menyimpang dari rute seharusnya, Kuala Lumpur-Beijing. Radar militer juga menangkap jejak pesawat yang terus mengudara selama beberapa jam setelah hilang kontak.

Mengapa Tak Gunakan Telepon
Keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hingga saat ini masih misterius. Muncul pertanyaan mengapa para penumpang pesawat tersebut tidak menggunakan telepon genggam mereka ketika pesawat menghilang. Pertanyaan ini muncul dan merujuk pada tragedi 11 September 2001 lalu ketika empat pesawat dibajak namun beberapa penumpang di dalamnya masih bisa menggunakan telepon genggam mereka dan menghubungi dunia luar.

Mengapa hal ini tidak terjadi pada MAS MH370?
Seperti dilansir news.com.au, Selasa (18/3), jika melihat pada tragedi 11 September, empat pesawat yang dibajak tersebut terbang pada ketinggian rendah menuju ke sasaran. Namun dalam kasus MAS MH370, diketahui bahwa pesawat tersebut terbang cukup tinggi.

Radar militer menunjukkan bahwa MAS MH370 sempat terbang pada ketinggian 45 ribu kaki kemudian berbelok ke arah barat sebelum akhirnya turun pada ketinggian 23 ribu kaki.

Vincent Lau yang merupakan profesor elektronik yang ahli pada komunikasi wireless dari University of Science and Technology di Hong Kong menjelaskan bahwa ketinggian pesawat menghalangi telepon genggam milik para penumpang untuk terhubung dengan base station di daratan.

Seorang ahli komunikasi wireless lainnya, Lam Wong-hing menuturkan bahwa telepon genggam biasanya mengirimkan transmisi sebesar 1 watt atau kurang dari itu, sedangkan base station sering mengirimkan transmisi lebih 20 watt.

Gabungkan disparitas tersebut dengan badan pesawat yang terbuat dari logam yang jelas-jelas mengurangi sinyal telepon genggam. Menurut Lam, telepon genggam di dalam MAS MH370 bisa gagal mengirimkan pesan meskipun dia bisa menerima sinyal luar.

Pertanyaan lain meuncul mengenai fasilitas telepon satelit di kelas bisnis pesawat MAS MH370. Mengapa tidak ada penumpang yang menggunakannya? Menurut laporan New York Times, telepon di udara merupakan bagian dari sistem hiburan dalam pesawat. Jika sistem tersebut dimatikan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, maka telepon satelit tersebut juga tidak bisa bekerja.

(detikcom)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat