Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026
Open House Deepavali 2015 di Malaysia

PM Malaysia : Kita Harus Jaga Perasaan Setiap Suku Bangsa di Negara Ini

- Jumat, 13 November 2015 15:15 WIB
458 view
PM Malaysia : Kita Harus Jaga Perasaan Setiap Suku Bangsa di Negara Ini
Kedah (SIB)- Meskipun rintik hujan mewarnai perayaan Deepavali tahun 2015,namun  tidak menghambat  masyarakat Malaysia,  menyaksikan perayaan yang penuh nuansa warna warni bertajuk  Malaysia Deepavali Open House 2015 di  Dataran Kulim, Kedah, Rabu  malam(11/11). Acara dengan tari-tarian yang cukup meriah itu menampilkan  100 lebih penari India dari Dataran Kulim diiringi musik yang cukup menggelegar  menambah suasana semakin semarak.

Acara tersebut di hadiri  152 media internasional  dan Travel Agent (Biro perjalanan) dari 17 negara atas undangan  Tourism Malaysia termasuk dari Medan sebanyak 14 orang.

Di sela-sela aksi tari itu Perdana Menteri(PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak didampingi istri, Datin Paduka Seri Rosmah Mansor tiba di lapangan terbuka dan dengan ramah menyalami masyarakat dengan pengawalan yang ketat. Kedatangan PM Malaysia dan isteri itu disambut masyarakat Malaysia dan turis  yang penasaran ingin dekat dan berebutan untuk dapat bersalaman langsung. Najib  sebelumnya meninjau demo pembuatan maruku, kue khas tradisional India di Malaysia yang  malam itu mendapat penghargaan.

Keunikan perayaan Deepavali diperlihatkan dengan pertunjukan seni dan budaya serta nuansa India. Itu tampak dari makanan yang dihidangkan dan beragam busana dikenakan.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menyatakan,  Kedah tepat menjadi tuan rumah penyelenggara perayaan Majelis Rumah Terbuka Malaysia (MRTM) Deepavali 2015. Melalui perayaan itu diharapkan hal-hal positif berkenaan dengan Negeri Kedah dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan.

Dalam sambutannya, Najib mengungkapkan, perayaan Deepavali mengingatkan asal muasal perayaan ini diadakan.

"Deepavali berarti cahaya yang dapat menggantikan gelap, memunculkan kejayaan dan mengalahkan pihak yang batil. Kita berjaya memupuk suasana yang harmoni berdasarkan kemufakatan dan kerjasama yang kokoh antara semua kaum," ujarnya.

Dia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi dan penambahan pendapatan per kapita Malaysia tidak akan menjamin suasana yang aman dan harmoni secara terus menerus. Dia menuturkan, bahwa konflik rasial dan keagamaan tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, namun juga di negara maju seperti Amerika dan Eropa. Untuk itu dia berharap proses pembangunan bangsa (nation-building) harus terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Menurutnya jika generasi sekarang menjalankan fundamental yang telah digariskan oleh pata pendiri bangsa ini berdasarkan sosial kontrak dan Konstitusi Federal, maka Malaysia diyakininya pasti sukses. Najib menyeru rakyatnya menghindari mengeluarkan statemen rasial sensitif yang dapat melukai hati satu dan lainnya.

Najib meyakini kalau seluruh rakyatnya melakukan hal itu, Malaysia muncul sebagai "Sinar Harapan" diantara negara-negara berkembang.

"Kita harus menjaga perasaan setiap ras atau suku bangsa di negara ini, hindari menggunakan kata-kata sensitif yang dapat menimbulkan perpecahan. Seperti pernyataan menyebutkan masyarakat India yang berkonstribusi banyak terhadap negeri ini, jangan panggil mereka imigran.

Menurut Najib, kalau rakyat Malaysia menyebut etnis India dengan sebutan imigran, maka berarti tidak menganggapnya sebagai warga negara Malaysia.
Perdana Menteri juga mengimbau jangan gunakan kata-kata yang dapat menyinggung umat Muslim di negara ini.

Menurutnya penting jaga perasaan bagi semua kaum, tidak menyakiti.  Ini suatu asas yang baik untuk negara .

Dia juga menyampaikan kepada masyarakat India bahwa kerajaan  ingin melihat semua kaum dapat kejayaan dan mendapat manfaat pembangunan dari negara Malaysia.

Kepada pemimpin MIC atau komunitas masyarakat India di Malaysia yang baru, Perdana Menteri berharap dapat bekerja lebih efektif dalam melayani masyarakat India di negara tersebut.

Usai menyampaikan sambutannya, perdana menteri bersama semua pejabat kerajaan yang hadir naik ke pentas. Tabuh gendang oleh perdana menteri dan tabur bunga oleh istri menandai peluncuran Majelis Rumah Terbuka Malaysia Deepavali 2015. (A2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru