Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026
YP2KDT Terbentuk

Wakil Ketua DPR RI Desak Perbaikan Infrastruktur dan Bandar Udara di Kawasan Danau Toba

- Senin, 23 November 2015 14:19 WIB
524 view
Wakil Ketua DPR RI Desak Perbaikan Infrastruktur dan Bandar Udara di Kawasan Danau Toba
SIB/Dok
Seluruh pengurus YP2KDT mengangkat tangan dalam foto bersama usai acara ucapan terbentuknya Yayasan, Sabtu (21/11) di Jakarta.
Jakarta (SIB)- Wakil Ketua  DPR RI, Agus Hermanto menilai kawasan Danau Toba akan menjadi pusat pariwisata yang akan menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Syaratnya pembangunan infrastruktur jalur udara (Bandara) menuju kawasan Danau Toba yang bisa disinggahi pesawat menengah dan besar, harus segera dibangun.

"Untuk mewujudkan kawasan Dana Toba sebagai andalan pariwisata Sumatera Utara, khususnya pengadaan bandara udara yang bisa disinggahi pesawat berbadan menengah dan besar dari luar negeri, tentunya harus melibatkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah dan Pemprovsu  bersatu padu dan bersinergi dalam Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Dana Toba (YP2KDT)," kata Agus Hermanto saat memberikan  sambutan, dalam acara Launching dan Pengucapan Syukur atas terbentuknya Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Dana Toba (YP2KDT), Sabtu, (21/11), di Jakarta.

Menurut Agus Hermanto yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini, jika YP2KDT hanya diserahkan kepada pemerintah daerah , tentunya akan sulit terwujud.

"Danau Toba merupakan entry point yang bisa kita unggulkan. Semua bisa terwujud jika kita bersama-sama bekerja. Pariwisata harus diperbaiki, infrastruktur bandara Silangit harus ditingkatkan agar para wisatawan yang ke Danau Toba bisa merasakannya. Kita harus bisa menyampaikan ke bupati di wilayah, harus ada subsidi. Seluruh bupati harus memberi bantuan agar target pariwisata di sana bisa tercapai. Di daerah lain, ini wajar diberikan," tegasnya.

Selain seluruh bupati, lanjut Agus, Kementerian Pekerjaan Umum, Pariwisata, Perhubungan dan Maritim juga harus dilibatkan. Apalagi, lanjut Agus Hermanto, saat ini pemerintah Indonesia sudah mencanangkan pembangunan infrastruktur yang dibiayai  negara mencapai triliunan rupiah.

"Karena APBN yang begitu besar untuk infrastruktur, mengapa kita tidak bisa mengambil bagian ini, guna mewujudkan kawasan Danau Toba sebagai  destinasi wisata yang bisa membawa dampak positif bagi  masyarakat di kawasan Danau Toba,"ujarnya.

Adapun yang perlu pembenahan adalah jalan, jembatan dan secara khusus jalur udara. Namun, Agus mengakui pembangunan jalur udara (Bandara) yang bisa diakses dari luar negeri secara langsung ke Danau Toba, masih memerlukan waktu  lama.

"Memang bandara di kawasan Danau Toba sudah ada (Silangit), namun perlu diperluas dan diperpanjang, sehingga bisa disinggahi pesawat-pesawat  berbadan lebar. Dengan demikian,  bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Dana Toba,"tandasnya.

"Selamat atas terbentuknya yayasan ini. Semoga yayasan ini dapat bekerja secara sungguh dan memberi aspirasi dan mewujudkan kawasan danau toba secara cepat,"pungkasnya

Sementara itu, Ketua Yayasan. Laurensius Manurung mengatakan  YP2KDT terbentuk karena prihatin dengan keadaan kawasan Danau Toba, yang saat ini kurang diminati wisatawan. Laurinsius menilai, berkurangnya wisatawan ke kawasan Danau Toba, bisa juga disebabkan adanya pencemaran di seputar Danau Toba,

"Kondisi kawasan Danau Toba saat ini sangat memprihatinkan.  Terdapat kemiskinan yang cukup tinggi di sana para wisata menurun drastis,"tuturnya.

Sementara Arman D Panjaitan selaku Ketua Pembina menyebut selain pembangunan infrastruktur, pihaknya akan memberikan perhatian terhadap karakter para pedagang di kawasan Danau Toba.

"Perlu dibina karakter para   pelaku bisnis di Danau Toba agar bisa menjaga sikap. Kami akan sungguh sungguh agar misi dan visi yayasan untuk percepatan pembangunan kawasan Danau Toba, bisa  terealisasi,"tukasnya.

Penasihat YP2KDT Ketua MPR RI, Zulkifly Hasan, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, Ephorus HKBP, Pdt. Willem TP. Simarmata, MA, Letjen TB Silalahi, Gustav Panjaitan

Ketua Yayasan Laurinsius Manurung, Wakil Ketua Benny Hutahayan, Sekretaris  Robin Sihotang, Wakil Sekretaris Parlin Purba, Bendahara  Arion Hutagalung,Wakil bendahara  New In Hartaty boru Manulang, Dewan pembina ketua Ir Arman D Panjaitan, Wakil Ketua Hatler Manurung, Anggota  Nikson Nababan, Teddy Robinsar Siahaan, Rendy Tampubolon. Dewan Pengawas  JP Sitanggang, Surya Simangungsong dan Ian Siagian. (G02/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru