Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026
Penyaluran Gratis Capai 85 Persen

Kebutuhan Elpiji Terus Meningkat

- Jumat, 27 November 2015 13:35 WIB
194 view
Kebutuhan Elpiji Terus Meningkat
Jakarta (SIB)- Pemerintah optimistis, penyaluran paket perdana Elpiji 3 kilogram (kg) gratis ke masyarakat dapat mencapai target 1,2 juta tabung. Untuk saat ini, pencapaian sudah 1 juta tabung atau sekitar 85 persen dari target. Penyaluran paket perdana Elpiji 3 kg secara gratis itu merupakan implementasi kebijakan konversi minyak tanah ke Elpiji sejak 2007 sampai 2014.

Dari pertama kali program itu diluncurkan, hingga saat ini telah terdistribusi 56 juta paket perdana Elpiji 3 kg mencapai. Tercatat, sebaran pendistribusian Elpiji mencakup 29 provinsi di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menyatakan, paket perdana Elpiji tabung melon itu pada tahun ini dibagikan ke sebagian wilayah Sumatera dan Indonesia timur. Tim dari Kementerian ESDM akan terus bekerja membagikan paket Elpiji 3 kg hingga akhir tahun ini.

"Diharapkan pada akhir 2015, 1,2 juta tabung Elpiji atau 5,766 juta metrik ton (MT) dapat selesai. Pembagian tabung Elpiji gratis ini masih bagian program konversi minyak tanah ke Elpiji?," ucap Wiratmaja di Jakarta, Rabu (25/11). Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan aturan sebagai dasar hukum pendistribusian Elpiji tabung 3 kg di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku pada 2016. Selain membagikan gas Elpiji gratis ke masyarakat sebagai bagian program konversi minyak tanah ke gas, pemerintah terus membangun infrastruktur pipa gas bagi rumah tangga. Akan dilakukan juga percepatan pembangunan infrastruktur gas lainnya, seperti pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

TERUS MENINGKAT

PT Pertamina (Persero) memprediksi, permintaan konsumsi Elpiji setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2025 saja, permintaan dapat meningkat hingga mencapai 10,2 juta MT. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengungkapkan, saat ini permintaan terhadap kebutuhan Elpiji tercatat sudah 6,5 juta MT per tahun. Dalam 10 tahun ke depan, permintaan akan meningkat hingga 3,7 juta MT. Pada 2025, angkanya bahkan bisa mencapai 10,2 juta MT.

"Pertumbuhan permintaan (Elpiji) itu akan benar apabila tidak ada perubahan pola konsumsi dari Elpiji ke penggunaan energi alternatif, seperti gas kota maupun penggunaan biomassa," kata Bambang. Meningkatnya kebutuhan Elpiji dalam negeri juga terkait kapasitas tangki timbun atau storage Pertamina yang hanya 0,21 juta ton. Jika peningkatan konsumsi tidak direm, ia memperkirakan, kebutuhan storage Pertamina mencapai 1,08 juta ton. (SH/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru