Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Bandara Indonesia Berstatus Kuning, Marinir Belum Tambah Kekuatan

- Sabtu, 28 November 2015 12:48 WIB
251 view
Bandara Indonesia Berstatus Kuning, Marinir Belum Tambah Kekuatan
Jakarta (SIB)- Bandara-bandara di Indonesia kini ditingkatkan statusnya menjadi kondisi kuning sebagai antisipasi aksi teror. Marinir yang membantu pengamanan bandara belum menambah kekuatannya.

"Selama ini masih seperti biasa. Belum ada (penambahan kekuatan)," ujar Kadispen Korps Marinir Letkol Mar Suwandi saat berbincang, Kamis (26/11) malam.
Selama ini Korps Marinir memang diperbantukan di lokasi-lokasi yang dikelola kementerian perhubungan seperti Bandara, stasiun dan pelabuhan. Itu berdasarkan kerjasama antara Mabes TNI dengan Kemenhub.

"Ya kami memang membantu menjaga ketertiban, sesuai permintaan. (Soal status kuning) itu wewenangnya keamanan sana," kata Suwandi.

Meski status kuning sudah diterapkan di Bandara, dari pihak Marinir belum ada penambahan pasukan maupun peningkatan bantuan pengamanan. Namun korps baret ungu itu siap mengerahkan kekuatannya jika memang diminta.

"Kalau kita sih tergantung permintaan. Kalau dimintai bantuan selalu siap. Kami kan setiap hari selalu berlatih terus untuk kesiapan," Suwandi menuturkan.
Jika memang diminta, mulai dari tambahan personel dan peralatan akan diberikan Marinir untuk menjaga Bandara. Bahkan Marinir pun, kata Suwandi, siap menurunkan pasukan khusus jika diperlukan.

"Kami selalu siaga. Di kami, mau pasukan khusus atau keseluruhan pasukan Marinir selalu siap. Kan kami selalu berlatih memelihara profesionalisme," ucapnya.

Peningkatan status Bandara dari kondisi hijau menjadi kondisi kuning dituangkan dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor: INST 5 tahun 2015 tentang Peningkatan Kondisi Keamanan Penerbangan. Ini dilakukan menyusul setelah adanya informasi yang menyatakan ada 100 WNI diketahui baru saja kembali dari Suriah. Mereka diindikasi tergabung dalam ISIS.

Tak hanya itu, peningkatan keamanan bandara juga dilakukan sebagai antisipasi setelah adanya aksi teror di Paris beberapa waktu lalu. Apalagi setelah munculnya video kelompok teroris pimpinan Santoso yang menebar ancaman akan berulah dan menyasar sejumlah lokasi. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru