Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Jutaan Ikan Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Ancol

- Selasa, 01 Desember 2015 13:24 WIB
303 view
Jutaan Ikan Ditemukan Mati di Sepanjang Pantai Ancol
Jakarta (SIB)-  Warga dikejutkan dengan pemandangan tak biasa di sepanjang Pantai Ancol, Jakarta Utara. Ikan-ikan berbagai jenis ditemukan mati dan sudah bau.

Kasubdit Gakkum Dirpolair Polda Metro Jaya Kompol Edi Guritno mengatakan, peristiwa ini terjadi pada pagi hari.

"Ikan yang mati banyak ditemukan di sepanjang pantai Ancol dari ujung Jimbaran sampai ke ujung, mungkin ada jutaan," kata Edi, Senin (30/11).

Ikan-ikan yang ditemukan itu antara lain ikan bandeng, kakap, belanak, ketang-ketang. Entah apa yang menyebabkan ikan-ikan itu mati.

"Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Sanpel ikan sudah dibawa ke laboratorium untuk diteliti," imbuhnya.

Cuaca Ekstrem

PT Pembangunan Jaya Ancol memberi penjelasan mengenai ribuan ikan mati yang ditemukan di sepanjang pantai Ancol, Jakarta Utara, yang dikelolanya. Peristiwa tersebut terjadi karena cuaca ekstrem.

"Peristiwa ini terjadi karena adanya fenomena alam, yakni perubahan cuaca ekstrem akibat plankton yang memang secara massal terjadi gejolak di dalam laut sehingga ikan-ikan kehilangan oksigen," ujar Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari saat dihubungi, Senin (30/11).

Rika mengatakan, fenomena seperti ini pernah terjadi 3 tahun yang lalu, saat kondisi cuaca di Jakarta mengalami perubahan suhu secara ekstrem. Pekan lalu, ikan mati mulai ditemukan di pantai Ancol. Pihaknya langsung melakukan uji lab internal untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan-ikan tersebut.
"Sejak minggu lalu sudah ada gejala seperti itu dan internal kami langsung ada action, dalam artian melakukan uji lab air. Sejauh ini kami belum temukan human error dalam peristiwa ini," jelas Rika.

Ribuan ikan mati ini terdampar di sepanjang pantai Ancol telah dibersihkan oleh petugas demi menghindari bau tak sedap yang menyeruak di udara. "Kami juga takut mengganggu kenyamanan pengunjung, sehingga kami menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas berenang di sekitar area," jelas Rika.
Pihaknya belum dapat memastikan kapan fenomena alam ini akan berhenti. Karena menurutnya kondisi cuacalah yang dapat menentukan kapan suhu air laut kembali stabil sehingga spesies di dalamnya tak bereaksi secara ekstrem.

"Kami masih terus amati karena kembali ke alam, kami tidak bisa prediksi sampai kapan fenomena ini akan berlangsung. Antisipasinya ya pasti dengan membersihkan area pantai itu sudah menjadi kewajiban kami," kata Rika.(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru