Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Jutaan Ikan Mati di Ancol, KKP: Teluk Jakarta Terdegradasi

- Rabu, 02 Desember 2015 12:56 WIB
303 view
Jutaan Ikan Mati di Ancol, KKP: Teluk Jakarta Terdegradasi
Jakarta (SIB)- Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menduga kematian jutaan ikan di pantai Ancol pada Senin (30/11) karena limbah dan gas beracun. Sebab Teluk Jakarta sudah terdegradasi alias mengalami penurunan mutu.

"Teluk Jakarta ini telah terdegradasi," ujar Sri Turni Hartati, peneliti kelautan perikanan Balitbang KKP, dalam jumpa pers di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara, Selasa (1/12).

Menurut Sri, untuk mengatasi hal ini masyarakat diminta untuk mengurangi pasokan limbah. Sebab limbah membuat kualitas air buruk sehingga terjadi blooming algae (ledakan populasi ganggang).

"Ini baru prediksi secara visual saja. Fenomena saat kondisi kualitas air buruk akan terjadi blooming algae. Mereka (ganggang) berebut oksigen dengan ikan. Karena itu ikan mati," kata Sri.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Junaedi mengatakan, ke depannya pihaknya akan memperbanyak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL akan ditambah 5.

"Karena cuma ada satu di Setiabudi. Jadi air yang mengalir ke laut jadi lebih bersih," ucap pria yang dilantik Ahok untuk memimpin BPLHD pada Jumat (27/11) itu.

BPLHD DKI dan pihak terkait juga telah mengambil 3 sampel air untuk meneliti penyebab kematian ikan di Ancol. Hasilnya akan diketahui seminggu lagi.
Puslabfor dari Polda Metro Jaya Anung mengatakan, pihaknya masih meneliti keberadaan logam berat pada kasus kematian ikan tersebut. Bila ada dugaan pelanggaran, maka pihaknya akan bertindak.

"Kalau memang ada dugaan ke arah limbah berat atau pidana di situ kita tidak akan tinggal diam. Banyak hipotesis yang harus dibuktikan dengan ilmiah," kata Anang.

Sampah di Sungai Bermuara ke Laut
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut sungai-sungai yang tercemar dan bermuara ke laut ikut jadi penyebab matinya jutaan ikan di sepanjang Pantai Ancol, Jakarta Utara. Selain itu, rupanya kotoran di daratan juga ikut terbawa ke laut karena aliran air hujan.

"Kejadian ini terjadi pada saat curah hujan tinggi bersamaan di Bogor dan Jakarta di awal musim hujan. Curah hujan yang tinggi tersebut mengakibatkan seluruh sampah, endapan dan kotoran yang terdapat di darat dan di sungai terbawa ke muara," ujar Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Junaedi, Senin (30/11).

Menurut Junaedi, adanya arus yang deras atau tinggi mengakibatkan turbulensi di muara sungai. Hal ini mengakibatkan ikan tidak memperoleh oksigen yang cukup (oksigen terlarut kecil) dan zat padat tersuspensi (kekeruhan) tinggi.

"Hal ini yang menyebabkan kematian ikan," tutur pria yang baru dilantik pada Jumat (27/11) ini.

Pihaknya, lanjut Junaedi, akan mengecek kualitas air di pantai Ancol. Pengecekan bersama dengan tim Puslabfor Mabes Polri.

Jumlah ikan mati yang sudah terkumpul sekitar 650 kilogram. Nantinya ikan tersebut akan dibuang.

Masih Bau Amis

Ikan yang mati di pantai Ancol kini jarang terlihat karena sudah dibersihkan. Namun pantai itu masih bau amis.

"Bau amis masih tercium," ujar Rizki salah satu pengunjung pantai Ancol, Jakarta Utara.

Rizki merasa terganggu dengan fenomena jutaan ikan mati di Ancol. Bahkan gara-gara ini dia tidak bisa berenang di pantai.

Sofyan, petugas kebersihan Ancol menyatakan, masih ada sedikit ikan yang mati dan terdampar di pantai Ancol. Sebab ikan yang mati tersebut sudah dibersihkan sejak Senin kemarin.

"Masih ada (ikan mati) cuma satu-dua ikan," ucap Sofyan.

Sofyan memprediksi, kondisi air laut saat ini sedang pasang. Karena itu ikan jarang terlihat.  

Fenomena jutaan ikan mati di pantai Ancol terlihat sejak kemarin. Namun menurut pihak Ancol ikan yang mati tersebut sudah ada sejak sepekan lalu. Pihak Ancol menyebutkan penyebab ikan mati akibat cuaca ekstrem. Sementara Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) menyebut kematian ikan akibat sampah dari darat dan sungai yang bermuara ke laut. (detikcom/l/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru