Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Bukan Rp 1,4 Triliun, Ahok Sebut Anggaran Siluman DKI Capai Rp 6 Triliun

- Rabu, 02 Desember 2015 13:00 WIB
289 view
Bukan Rp 1,4 Triliun, Ahok Sebut Anggaran Siluman DKI Capai Rp 6 Triliun
Jakarta (SIB)- Hasil penyisiran anggaran yang dicoret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari rencana anggaran 2016 bukan hanya Rp 1,4 triliun. Dari hasil penyisiran anggaran siluman ditemukan ada duit Rp 6 triliun yang dianggap tidak sesuai.

"Dari yang kita sisir itu ada Rp 6 triliun lebih," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/12).

Dari Rp 6 triliun itu, ada Rp 4 triliun lebih yang berhasil dialihkan alokasinya untuk anggaran yang lebih bermanfaat. Sisanya adalah anggaran yang digabungkan dari alokasi yang mirip satu sama lain.

"Rp 4 koma sekian triliun (hasil penyisiran yang berhasil dialihkan ke alokasi yang lebih penting)," sebut dia.

Ahok mengoreksi nominal Rp 1,4 triliun yang dinyatakan Sekretaris Daerah DKI Saefullah sebagai jumlah yang terkoreksi dari Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"Bukan Rp 1,4 triliun loh, salah itu," kata Ahok.

Ahok mempermudah pemahaman, intinya DKI berhasil berhemat Rp 4 triliun. Dengan kata lain, bila penyisiran rancangan KUA-PPAS DKI 2016 tak dilakukan, maka DKI bisa boros Rp 4 triliun.

"Kita hemat Rp 4 triliun," kata Ahok.

Naikkan Gaji Pekerja Harian
Ahok menyatakan, alokasi anggaran hasil penghematan itu antara lain untuk menaikkan gaji pekerjanya. "Contohnya untuk menaikkan gaji (PHL) dari Rp 2,7 menjadi Rp 3,1," kata Ahok.

Anggaran penghematan itu juga akan digunakan untuk pembangunan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sampai tingkat kecamatan. Dan tentu saja untuk membangun rumah susun (rusun).

"Untuk perumahan, untuk membangun rusun," kata dia.

Semua hasil realokasi anggaran dari hasil penyisiran itu sudah termuat dalam rencana KUA-PPAS yang diserahkan Pemprov DKI ke DPRD DKI.

Selain Pemprov DKI sendiri yang melakukan penyisiran, ada pula penyisiran yang diinisiasi pribadi oleh Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Lewat penyisiran yang dilakukan auditor eksternal, Prasetio menemukan Rp 1,8 triliun hasil penyisiran. Ahok menyatakan ada kesamaan hasil antara penyisiran yang dilakukan Prasetio dengan pihak Pemprov DKI.

"(Untuk hasil penyisiran oleh Prasetio) Ada beberapa data sama. Mereka itu ketik pakai Excel (perangkat lunak komputer), makanya ada kesalahan sistem," kata Ahok. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru