Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Pimpinan MPR RI dan Parlemen Georgia Bertemu Bahas Terorisme

- Rabu, 02 Desember 2015 13:03 WIB
390 view
Pimpinan MPR RI dan Parlemen Georgia Bertemu Bahas Terorisme
Jakarta (SIB)- Pimpinan MPR RI kedatangan tamu dari parlemen Georgia. Pertemuan kedua lembaga membahas masalah perang dan terorisme.
Pertemuan digelar di ruang delegasi Gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/12). Delegasi Parlemen Georgia dipimpin The Chairman of the Parliament of Georgia Mr David Usupashvili.

Delegasi Georgia ditemui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dengan didampingi Ketua Fraksi PKS MPR RI TB Sumandjaja, Ketua Fraksi PPP MPR RI Irgan Chairul Mahfiz, anggota Fraksi Golkar MPR Bowo Sidik Pangarso, dan pejabat teras Sekretariat Jenderal MPR RI.

Kunjungan tersebut dalam rangka rangkaian kunjungan kerja delegasi parlemen Georgia ke beberapa lembaga tinggi negara Indonesia termasuk MPR RI. Kepada Ketua MPR RI, David mengungkapkan keinginan negara Georgia untuk melakukan hubungan baik dengan negara-negara Asia terutama dengan Indonesia.
"Hubungan yang saling menguntungkan antara kedua negara sangat baik untuk rakyat di kedua negara dan saya yakin Indonesia dan Georgia akan terjalin hubungan kerja sama dengan sangat baik," ujar David Usupashvili, seperti dalam siaran pers MPR RI.

Merespons hal tersebut, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyambut baik hubungan kerja sama antara Indonesia dan Georgia.  Lebih jauh, Zulkifli juga mengajak agar parlemen dua negara untuk menjalin hubungan baik pula dan mendorong pemerintah masing-masing dalam kerja sama bilateral.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menjelaskan perihal tugas dan wewenang lembaga MPR RI.  Tugas pokok dan kewenangan pokok MPR RI adalah menjaga dan mengawal konstitusi negara.

"Indonesia sangat unik, sebab dibentuk berdasarkan keragaman yang sangat besar dan kompleks.  Di Indonesia sangat beragam agama, suku, bahasa dan adat istiadat. Untuk menyayukan semuanya itu, kami memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang mampu merekatkan keberagaman menjadi satu dalam wadah NKRI," jelasnya.

Dalam dialog tersebut, muncul satu wacana dialog yang dilontarkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Hidayat membahas soal konflik yang makin panas di Suriah dan melibatkan beberapa negara besar seperti Rusia, Amerika Serikat serta Turki melawan ISIS.

"Konflik yang terjadi dan peristiwa terorisme yang menimbulkan korban jiwa sangatlah memperihatinkan kita semua. Saya berharap dalam hubungan kerja sama kita antar dua negara ini juga memerkuat hubungan kita untuk bersatu melawan terorisme.  Kita berperan untuk mencari solusi dalam konflik dan peperangan antar negara tersebut," ujar Hidayat. (detikcom/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru