Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

LIPI: Pengembangan Iptek Tingkatkan Daya Saing Bangsa

- Senin, 07 Desember 2015 15:25 WIB
225 view
LIPI: Pengembangan Iptek Tingkatkan Daya Saing Bangsa
Jakarta (SIB)- Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mutlak diperlukan untuk meningkatkan perkembangan dan peningkatan daya saing bangsa, kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain. Namun, Iskandar menegaskan, proses ini tidak bisa dilakukan secara instan, perlu usaha jangka panjang dan berkelanjutan, katanya di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat.

"Apa yang dinikmati oleh negara- negara maju seperi Amerika Serikat dan Jepang saat ini adalah hasil riset yang telah dilakukan sejak 20-30 tahun lalu," ujar Iskandar kepada Antara di sela acara diskusi "Science, Technology and Innovation (STI) Outlook", lanjutnya. Saat ini, menurut dia, perkembangan iptek di Indonesia cukup tertinggal karena keterbatasan dana dari pemerintah. Ini dapat dilihat dari rasio belanja litbang nasional (GERD) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hanya 0,09 persen dari PDB. Padahal, seperti kata Iskandar, UNESCO menganjurkan agar besaran GERD berada di kisaran dua persen.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2012, GERD Malaysia mencapai satu persen dan Singapura memiliki nilai GERD sebesar 2,1 persen. "Iptek Indonesia, yang seharusnya bisa membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sudah jauh tertinggal," tutur dia. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah membuka ruang yang lebih luas untuk berbagai penelitian, karena itulah yang membuat ilmu pengetahuan berkembang. Berkembangnya ilmu pengetahuan merupakan pemicu peningkatan riset bidang teknologi dan inovasi. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sendiri mengaku kurangnya anggaran penelitian adalah salah satu alasan utama yang membuat riset Indonesia tertinggal dari negara-negara lain, bahkan dari Malaysia dan Vietnam.

Untuk mengejar ketinggalan tersebut, mau tidak mau para peneliti Indonesia harus menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga-lembaga luar negeri. Pemerintah sendiri, melalui Kemristekdikti, telah melakukan kerja sama anggaran riset dengan Bank Dunia, dimulai pada tahun 2015. Selain itu ada institusi internasional lain yang menyatakan siap mendukung dana penelitian di Indonesia. "Dukungan-dukungan ini sangat positif, bukan hanya dengan swasta tetapi juga lembaga luar negeri," kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti Muhammad Dimyati. Sementara Diskusi STI Outlook yang diadakan LIPI bertema "Memandang Indonesia Ke Depan". Acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga penelitian dan pengembangan, akademisi serta pihak industri. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru