Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Ada Ancaman Teror, Luhut Minta Bandara Sampai Pelabuhan Siaga

* Penumpang Qatar Airlines Dicurigai Bawa Bom di Bali
- Selasa, 08 Desember 2015 11:55 WIB
175 view
Ada Ancaman Teror, Luhut Minta Bandara Sampai Pelabuhan Siaga
Jakarta (SIB)- Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terdapat potensi aktivitas teror dalam waktu dekat. Dia pun meminta sejumlah tempat siaga.

"Tadi kita rapat yang penting, masalah terorisme, yang kita dapat informasi bahwa ada kemungkinan-kemungkinan kegiatan terorisme di dalam waktu-waktu dekat ini. Sehingga kita menyiagakan semua pihak lagi," kata Luhut usai rapat koordinasi bersama BIN dan BNPT di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Luhut menambahkan serangan teroris yang dimaksudnya itu bisa berasal darimana saja. Untuk itu ia meminta semua pihak terkait untuk mewaspadai, tempat-tempat yang mungkin bisa menjadi target terorisme.

"Bisa saja, tapi sekarang kita semua mewaspadai semua airport, laut udara, dan mungkin tempat-tempat lain," sambung Luhut.

Bahkan Luhut menambahkan, segala ancaman aksi terorisme pun akan segera dilacaknya. "Semua kemungkinan dari source terkecil kita lacak sekarang ini," pungkas Luhut.

Dicurigai Bawa Bom

Terjadi insiden penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Minggu (6/12) kemarin. Seorang WN Inggris terpaksa diturunkan dari Qatar Airlines, padahal pesawat sudah siap lepas landas. Dia diduga membawa bom, yang belakangan diketahui hanya mainan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, Minggu (6/12) di terminal keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penumpang berinisial FD disebut membawa barang yang berbahaya bagi penerbangan.

Momen tersebut terjadi saat pesawat Qatar Airlines QR-963 sudah dalam posisi Taxi Out. Lalu, pesawat diminta untuk kembali ke apron. Setibanya di Gate 2 terminal Internasional, penumpang tersebut langsung diamankan dan diperiksa.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, FD masih dimintai keterangan. Namun sejauh ini, belum ada tanda-tanda dia terlibat dengan jaringan teror. Benda yang dicurigai bom itu belakangan dipastikan mainan.

"Diamankan bawa sejenis kaya mainan, tapi seperti bom. Mainan itu dibeli di Denpasar," kata Hery.

Mainan berbentuk bom itu tak sempat dibawa ke pesawat. Menurut Hery, sang penumpang sempat menanyakan ke petugas pemeriksa, apakah diizinkan membawa mainan tersebut, namun dilarang. Belum jelas penyebabnya, setelah penumpang itu check in dan masuk ke pesawat, akhirnya dia diamankan.

"Sekarang kita sedang cek keterangannya. Kita sudah cari juga mainannya, beli di Seminyak. Sejauh ini, belum ada kaitan dengan aksi teror," terang Hery. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru