Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Bertaruh Nyawa, Warga Purbalingga Harus Menyeberangi Sungai Deras Demi Nyoblos

- Kamis, 10 Desember 2015 15:01 WIB
274 view
Bertaruh Nyawa, Warga Purbalingga Harus Menyeberangi Sungai Deras Demi Nyoblos
Purbalingga (SIB)- Warga Grumbul Jomblang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah harus bersusah payah untuk memberikan hak suaranya pada Pilkada 9 Desember. Mereka harus menyeberangi sungai dengan taruhan nyawa.

Sejak pagi, sekitar 121 warga Grumbul Jomblang harus menyeberangi sungai Gintung. Dibantu anggota TNI, mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu karet untuk menyoblos calon pemimpin mereka di TPS 8 Grumbul Mlayang, Desa Sidareja.

Dengan menggendong anak yang masih kecil-kecil, mereka harus kembali berjalan sejauh 1 kilometer. Selesai menyeberang, mereka berjalan di pinggir sungai dengan tanah serta batu-batu kali yang licin dengan risiko jatuh yang sangat tinggi. Anggota TNI pun menyiapkan tali serta membimbing warga-warga agar tidak hanyut ke sungai.

"Ini tidak sebanding, tapi karena harus menyoblos jadinya kita ikut," kata Miswati, warga Grumbul Jomblang, Rabu (9/12).

Menurut dia, sebenarnya ada jalan lain untuk menuju Grumbul Mlayang, tapi jaraknya sangat jauh dan harus menempuh sekitar 35 kilometer untuk dapat mencapai grumbul tersebut.

"Jalan lain ada, tapi muternya jauh," ujarnya.

Posisi Grumbul Jomblang berada di antara sungai, tepatnya grumbul tersebut diapit oleh Sungai Karang dan Sungai Gintung. "Ke mana-mana susah, ke desa sana sungai, ke sini sungai," ungkapnya.

Sementara menurut Dandim 0702 Purbalingga Letkol Kav Dedi Safrudin, pihaknya bersama TNI Polri serta membantu menyeberangkan para pemilih dari Grumbul Jomblang menggunakan dua perahu karet.

"Yang membantu itu dari Polri, TNI Kodim 0702 Purbalingga dan dari TNI AU dari Lanud Wirasaba," ujarnya.

Dia menjelaskan kenapa warga harus diseberangkan menggunakan perahu, karena arus sungai Gintung saat ini sangat deras dan di tengah sungai terdapat palung.

"Saat musim hujan seperti ini arus sungai sangat kencang, sungai juga dalam dan ada palungnya, sehingga para pemilih harus diseberangkan dengan perahu dan sudah disipakan juga pelampung," jelasnya.

Pilkada Purbalingga diikuti oleh dua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, di antaranya yakni no urut 1. Tasdi dan Dyah Hayuning Pratiwi (Tasdi-Tiwi) dan no urut 2. Sugeng dan Sucipto (Sugeng-Cipto). (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru