Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Anies Soal HUT PGRI: Berkumpul Tak Dilarang Tapi Jangan Manfaatkan Guru untuk Politik

- Jumat, 11 Desember 2015 14:29 WIB
287 view
Anies Soal HUT PGRI: Berkumpul Tak Dilarang Tapi Jangan Manfaatkan Guru untuk Politik
Jakarta (SIB)- Puncak HUT ke-70 PGRI 13 Desember 2015 di Gelora Bung Karno, Jakarta, mendapat perhatian dari Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi dan Mendikbud Anies Baswedan. Kedua menteri itu mengeluarkan edaran agar acara organisasi profesi pimpinan Dr H Sulistiyo itu tidak memberatkan guru dan berkaitan dengan politik.

Anies Baswedan mengatakan dia menghormati kebebasan berkumpul dan berserikat setiap warga negara dan organisasi mana pun juga termasuk PGRI yang ingin memperingati hari ulang tahunnya. Anies menegaskan acara yang tersebut adalah peringatan HUT PGRI, bukan acara pemerintah.

"Itu acara internal organisasi, jadi kita hormati," ucap Anies saat dihubungi, Kamis (10/12).

Anies juga mengingatkan bahwa tidak diperkenankan siapa pun, baik Dinas Pendidikan maupun organisasi guru apa pun, untuk melakukan pemotongan gaji guru dengan alasan untuk peringatan Hari Guru Nasional 2015 ataupun HUT sebuah ormas.

Selain itu, Anies juga menegaskan organisasi apa pun dilarang untuk melakukan intimidasi, pemaksaaan serta mobilisasi guru-guru untuk seolah-olah peringatan resmi Hari Guru Nasional 2015. Sebab Peringatan Hari Guru Nasional telah dituntaskan oleh Pemerintah di bulan November lalu.

"Pemerintah meminta agar organisasi publik menjaga diri untuk tidak mengorganisir dan memanfaatkan guru-guru untuk tujuan berbagai kepentingan politik," katanya.

Menurutnya Pemerintah telah selesai menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2015 dengan puncak acara pada 24 November 2015 yang dihadiri oleh Presiden RI serta upacara bendera di semua sekolah pada 25 November 2015.

Acara PGRI Tetap Berlangsung

Sementara itu, dihubungi secara terpisah Ketua Pengurus Besar PGRI Usman Tonda mengatakan kegiatan tanggal 13 Desember nanti tidak ada hubunganya dengan kepentingan politik dan semata-mata hanya untuk merayakan hari jadi PGRI ke-70. Acara itu menurut Usman tidak bertentangan dengan UU dan tidak melanggar aturan yang ada.

"Acara tetap berlangsung karena tidak bertentangan dengan UU mana pun karena kami komunikasi guru memperingati ultah boleh-boleh saja. Kami biaya sendiri, tidak ada potong gaji, teman-teman secara sukarela melalui organisasi membiayai sendiri dirinya untuk berangkat," kata Usman.

"Kami tidak melanggar, kenapa guru dilarang memperingati hari guru. Kita juga tidak habis pikir," tambahnya.

Organisasi pimpinan Dr H Sulistiyo ini akan menggelar puncak peringatan HUT PGRI di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu 13 Desember pukul 09.00 WIB. Rencananya akan hadir 100 ribu guru dari seluruh Indonesia. "Kami juga akan mengundang Presiden atau perwakilannya untuk hadir," kata Usman. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru