Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026
Kecelakaan Lalu Lintas

Organda Diminta Kaji Rekrutmen Pengemudi

- Jumat, 11 Desember 2015 15:11 WIB
230 view
Organda Diminta Kaji Rekrutmen Pengemudi
Jakarta (SIB)- Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang disebabkan angkutan umum di wilayah hukumnya, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan para stakeholder di bidang transportasi. “Minggu depan kami akan mengundang seluruh stakeholder, dan Dishub untuk duduk bersama mencari solusi terbaik,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Senin (7/12) di Jakarta.

Menurut dia, pengumpulan pemangku kepentingan ini untuk mencegah peristiwa kecelakaan maut terkait kecelakaan antara Metromini B-80 Jurusan Kota-Kalideres bernomor polisi B 7760 FD dengan kereta rel listrik jurusan Jatinegara-Bogor terulang kembali.

Metromini, lanjut dia, harus memperbaiki manajemen. Kemudian juga memperbaiki sistem rekrutmen sopir-sopir. “Sopir memang menyupir, tapi di belakangnya ada nyawa banyak. Salah bertindak, yang lain jadi korban. Ini dijadikan evaluasi bagi Organda,” paparnya.

Demikian juga, sambung dia, Polda Metro Jaya juga akan mengundang PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pasalnya, wewenang menutup pelintasan sebidang berada pada PT KAI.

Tito menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama (Ahok) ingin membenahi Metromini secara total. Termasuk dengan mengajak metromini ke dalam manajemen PT Transjakarta dan menerapkan sistem pembayaran rupiah per kilometer.

“Itu lebih bagus, daripada ugal-ugalan mengejar setoran. Bila mengejar setoran akhirnya ngebut-ngebut zigzag dulu-duluan sama bus yang lain. Bus nerobos pintu palang, akhirnya banyak yang meninggal,” kata Tito.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal mengimbau, Dinas Perhubungan dan Organda mengkaji kembali sistem perekrutan sopir angkot.

“Kami minta agar sistem perekrutan sopir dikaji kembali, tidak hanya sopir bus Kopaja dan Metromini, tapi semuanya untuk diperketat,” ujar Iqbal, di Jakarta.

Menurut dia, berdasarkan data yang ada angka kecelakaan lalu lintas akibat sopir angkutan umum sangat besar. Sebagian besar sopir lalai dan tidak mengindahkan peraturan yang ada. “Sebab angka dominan dari kecelakaan angkutan umum akibat kesalahan dari pengemudi,” kata Iqbal.

Ditambahkan dia, kecelakaan bus Metromini B80 jurusan Kota- Kalideres dengan KRL kemarin menjadi momentum untuk perbaikan dari semua pihak, termasuk perusahaan organda dan pemerintah. Akibat kecelakaan maut tersebut, sebanyak 18 korban tewas.

“Saksi mengatakan, sopir Metromini menerobos celah pintu pelintasan kereta meski tanda kereta akan melintas telah berbunyi. Jelas ini kelalaian dari sopir,” tegas Iqbal. (KJ/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru