Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026
Sektor Pertanian : Kementan Tahun Depan Tambah Alat Mesin Pertanian Jadi 100 Ribu Unit

Cara Bertani Harus Dipermodern

- Jumat, 11 Desember 2015 15:18 WIB
314 view
Cara Bertani Harus Dipermodern
Jakarta (SIB)- Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun depan berencana menambah jumlah alat-alat mesin pertanian (alsintan) menjadi 100 ribu unit.
Tujuannya agar petani digiring menggunakan alat-alat moderen untuk melancarkan usaha pertaniannya.  Dengan adanya rencana tersebut berarti sebaran alsintan pada 2016 bertambah sekitar 20 ribu unit,  dari tahun ini yang berjumlah 80 ribu unit dan pada 2014 hanya 40 ribu unit.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam acara Pencananan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu di Desa Rawakidang, kec. Sukadiri, Tangerang Banten pada Senin (7/12) meminta petani untuk bersungguh-sungguh menggunakan alsintan yang telah dibagikan.

Dengan alsintan kata Amran, produksi dapat ditingkatkan, sehingga target produksi tahun depan tercapai seiring dengan penambahan jumlah luas lahan.

Mentan cukup optimis target-target itu akan tercapai sebab dengan menggunakan alsintan  aspek yang menjadi titik inefisiensi pada usaha pertanian dapat ditekan. Sebagai contoh untuk transplanter  atau alat tanam dan hand tractor atau alat olah tanah saja ia dapat mempersingkat masa tanam menjadi 1,5-2 bulan saja. Bandingkan ketika menggunakan sistem manual yang lamanya mencapai 3 bulan.

Selain itu perbedaan lainnya, dengan cara manual petani membutuhkan waktu yang lama untuk menanam serta dibebani ongkos yang mahal. Dengan penggunaan transplanter itu lebih mudah karena oleh satu orang petani dapat mengerjakan sawah seluas 25 ha dalam rentang waktu satu hari dan biaya produksi menurun sekitar 40 persen.

“Kita harus arahkan petani untuk lebih moderen. Selain memperbaiki taraf hidupnya juga untuk membantu pencapaian target-target pemerintah, sehingga indeks pertanaman naik,” papar Mentan.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Suharta, beberapa pejabat Eselon I dari Kementan, ratusan Bintara Pembina Desa (babinsa) beserta sekitar ribuan petani, penyuluh pertanian  dari beberapa provinsi.  Acara hari ini merupakan gerakan tanam serentak di seluruh wilayah Tanah Air. Saat ini memasuki musim tanam Oktober-Maret. Mentan menargetkan pada musim tanam tahun ini luas lahan yang dapat ditanam mencapai 8-9 juta ha dengan itu pada 2016 produksi bisa lebih banyak dari tahun ini.

Irigasi Primer

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ranta Suharta mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi petani di daerahnya yakni irigasi primer dan sekunder. Hal itu memicu beberapa area persawahan mengalami masalah kekeringan. Meskipun terjadi musim hujan, air-air itu tidak mengalir ke persawahan karena terkendala irigasi primer dan sekunder.

Mentan Amran juga mengatakan bahwa di internal Kementan dirinya mengharuskan semua pejabat baik eselon I maupun II untuk mengutamakan serapan anggaran. Serapan anggaran menjadi kunci bagi mereka untuk memperoleh promosi jabatan.

Di samping itu pula ia lakukan hal yang sama bagi kabupaten yang serapan anggarannya rendah, jika sebelumnya tidak mencapai target maka tahun depan tidak akan mendapat anggaran pertanian. Hingga saat ini ada 10 kabupaten yang dipastikan tidak akan mendapat anggaran tahun depan. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya 26 kabupaten. (KJ/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru