Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Panglima TNI: 70 Persen Konflik Berlatar Belakang Energi

- Selasa, 15 Desember 2015 13:18 WIB
264 view
Panglima TNI: 70 Persen Konflik Berlatar Belakang Energi
Jakarta (SIB)- Peta konflik dunia pada masa depan akan mengalami pergeseran seiring habisnya sumber energi fosil. Konflik kemudian terjadi lebih disebabkan oleh masalah yang berlatar belakang penguasaan energi. Inilah sebab, lebih dari 70 persen konflik di dunia berlatar belakang energi.

"Peningkatan energi pada kurun waktu 2007-2009 memicu kenaikan harga pangan dunia mencapai 75 persen. Diprediksi seiring dengan habisnya sumber energi fosil, maka konflik masa depan bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator," kata Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo lewat keterangan tertulisnya, Minggu (13/12).

Keterangan Panglima TNI tersebut disampaikan saat menjadi pembicara di hadapan 2.000 anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dalam Sosialisai Empat Pilar MPR RI dan Seminar Bela Negara yang diprakarsai Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/12).

Panglima TNI mengemukakan bahwa di belahan bumi ini ada tiga kawasan ekuator, yaitu Indonesia, Afrika Tengah dan Amerika Latin. Kawasan ini mempunyai kesuburan sepanjang tahun dan bisa bercocok tanam sepanjang tahun. Dihadapkan pada kondisi geografis Indonesia yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya, maka Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan.

Krisis Pangan
Jenderal Gatot juga menyampaikan bahwa di masa yang akan datang bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat, yaitu membludaknya jumlah penduduk dunia. Saat ini jumlah penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar jiwa. Dalam penelitian idealnya, bumi ini hanya mampu menghidupi 3-4 miliar penduduk. "Dengan semakin membludaknya jumlah pertumbuhan penduduk dan habisnya cadangan energi minyak bumi pada tahun 2043, maka akan menyebabkan krisis pangan dunia," ujarnya.

Banyak cara dilakukan negara asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia, salah satu cara yaitu dengan membuat proxy war. Saat ini sudah terasa adanya proxy war dan harus diwaspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan.

"Semua ingin menguasai Indonesia. Apakah 28 tahun lagi, pada 2043, anak dan cucu kita bisa hidup layak? Kalau kita tidak bangkit dan bela negara, maka kita tak bisa selamatkan anak cucu kita," tegas Gatot.

Oleh karena itu, tegas Panglima TNI, agar Indonesia ke depan tidak mudah diadu domba akibat proxy war dan semakin memburuk karena kehabisan sumber energi hayati, pangan, sumber air, maka harus ada revolusi mental dengan menjalankan dan mengamalkan Pancasila dari sila pertama sampai kelima dengan benar, berdemokrasi sesuai dengan Pancasila maka kemakmuran dan keadilan akan bisa terwujud di Indonesia. (KJ/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru