Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Pemerintah Tolak Gabung ke Komite Ad Hoc PSSI

- Rabu, 16 Desember 2015 12:16 WIB
256 view
Pemerintah Tolak Gabung ke Komite Ad Hoc PSSI
Jakarta (SIB) - Pemerintah Indonesia menegaskan menolak tawaran FIFA untuk bergabung dengan Komite Ad Hoc Reformasi Sepakbola Indonesia bentukan PSSI.

Namun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) menyatakan tak akan menghalangi proses kerja komite normalisasi sepakbola nasional.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kempora Gatot S Dewa Broto mengatakan alasan penolakan tersebut lantaran inkosistensi FIFA. Terms of Reference (ToR) yang ditetapkan oleh Komite Ad Hoc tak sesuai dengan visi misi dari pemerintah terkait reformasi sepakbola Indonesia. Menurutnya, kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dan FIFA sudah setuju soal Tim Kecil bentukan pemerintah.

"Materinya belum nyambung dengan pemerintah karena lebih banyak menyangkut kepentingan PSSI. Jadi, ya sudah kami dari Kempora memutuskan tidak gabung dengan Komite Ad-Hoc," kata Gatot di Kantor Kempora, Senayan Jakarta, Senin (14/12) malam.

Dikatakan, baik FIFA maupun PSSI tidak pernah memenuhi permintaan Kempora untuk menyampaikan proposal penjelasan alasan serta fungsi tugas dan pokok Komite Ad Hoc, padahal hal itu sudah disampaikan beberapa waktu lalu. Bisa dibilang penyampaiannya telat. Proposal  tersebut baru dipenuhi FIFA setelah beberapa kali pihak Kempora meminta.

Sebelumnya, Jumat (11/12), Komite Ad Hoc mulai melakukan rapat perdana yang dihadiri oleh Agum Gumelar (Ketua), Djoko Driyono (PT Liga Indonesia), Tommy Welly (PSSI), Monica Desidaria (sepakbola wanita), dan Mahfudin Niagara (KONI). Sementara, anggota lainnya, IGK Manila, Raja Pane, dan Bambang Pamungkas (APPI) menolak hadir.

Agum Gumelar dalam pertemuan itu, kembali meminta, agar pemerintah segera mengirim anggotanya, guna demi membantu menyelesaikan masalah sepakbola Tanah Air.

Gatot menjelaskan meskipun tidak bergabung, pihaknya tidak akan mengganggu eksistensi dari Komite Ad Hoc. Pemerintah akan fokus untuk memaksimalkan kerja dari Tim Kecil. Rencananya, pekan ini tim yang terdiri dari 5 orang Rita Subowo, Makarim Wibisono, Djoko Susilo, Gatot S. Dewa Broto, dan Dede Sulaiman akan menggelar rapat.

"Agendanya membahas mengenai langkah pertama terkait pembenahan sepakbola nasional. Pembentukan Tim Kecil dimaksudkan untuk menjadi wadah komunikasi baru antara pemerintah Indonesia dengan federasi sepakbola dunia, agar sanksi pembekuan sepakbola nasional dapat dicabut," tutup dia. (SP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru