Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Gelar Rakernas, Kejagung Tegaskan Perang Lawan Narkoba Hingga Korupsi

- Rabu, 16 Desember 2015 12:31 WIB
286 view
Gelar Rakernas, Kejagung Tegaskan Perang Lawan Narkoba Hingga Korupsi
Jakarta (SIB)- Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2015 di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), Ragunan, Jakarta Selatan. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menekankan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan kepercayaan publik.

"Kami selenggarakan Rakernas yang diikuti seluruh Kajati yang membawa 3 asistennya. Rakernas kali ini saya putuskan diselenggarakan di lingkungan kita sendiri, Badiklat Ragunan. Saya harap raker kali ini memberikan berbagai macam rencana dan program ke depan yang akan dijalankan bersama," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Badiklat Kejaksaan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (15/12).

Prasetyo menyebut momentum ini digunakan agar masyarakat menaruh harapan kembali kepada Korps Adhyaksa. Namun, lanjut Prasetyo, hal tersebut harus dibarengi dengan kinerja jaksa yang lebih baik.

"Kejaksaan sedang berusaha untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini. Banyak hal yang kita lakukan dan masih perlu disempurnakan," ucap Prasetyo.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prasetyo menegaskan pergeseran dan mutasi pejabat sangat penting. Prasetyo menyebut sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kejaksaan harus terus dibenahi.

"Masalah SDM menjadi pusat perhatian kita untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi insan kejaksaan. Mutasi didasarkan 4 hal, dedikasi, loyalitas, prestasi dan integritas," kata Prasetyo.

Kemudian Prasetyo menyoroti beberapa hal terkait penanganan kasus yang dinilai menjadi sorotan masyarakat. Kasus-kasus korupsi dan tindak pidana kejahatan narkotika menjadi titik beratnya.

"Pemberantasan korupsi tetap menjadi perhatian kejaksaan karena begitu masif, agresif dan menggurita yang terjadi di mana-mana bukan hanya di pusat," ujar Prasetyo.

"Masalah yang menjadi perhatian kita juga, penanganan narkoba. Kita harus memandang kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara luar biasa juga. Kita tidak ada kompromi dengan para pengedar, bandar dan produsen. Indonesia sudah termasuk salah satu jaringan pusat peredaran narkoba. Selain itu, kita harus menangani secara cermat juga kasus-kasus illegal logging, illegal fishing, terorisme dan human trafficking," pungkas Prasetyo. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru