Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Bromo Terus Keluarkan Asap Tebal Disertai Gemuruh

- Rabu, 16 Desember 2015 12:33 WIB
317 view
Bromo Terus Keluarkan Asap Tebal Disertai Gemuruh
Probolinggo (SIB)- Aktivitas Gunung Bromo terus meningkat baik kegempaan maupun visual. Namun, statusnya masih siaga 3 dan tertutup bagi wisatawan.
Menurut Kepala Pos Pantau Vulkanologi Gunung Bromo, Ahmad Subhan, dari pantauan 12 jam mulai pukul 18.00 WIB Senin (14/12) hingga pukul 06.00 WIB gempa tremor saat ini mencapai 8 milimeter.

"Kegempaan dan visual terus mengalami peningkatan, karena sebelumnya gempa tremor antara 5-7 milimeter," katanya.

Dibandingkan erupsi 2010 dengan kondisi yang sama asap rapat tebal, Gunung Bromo saat ini kata Subhan mengalami peningkatan. "Kita pantau terus, karena fasenya sekarang disertai gemuruh. Padahal kondisi sama 2010 tidak ada gemuruh, makanya kita terus pantau," ungkapnya.

Sementara gempa amplitudo saat ini mencapai 4-28 milimeter dengan ketinggian asap mencapai 1.500 meter dari kawah dengan arah angin barat daya atau ke Kabupaten Malang.

"Tergantung kecepatan angin, kalau kencang. Bandara Abdurrahman Saleh bisa ditutup lagi. Kita juga imbau warga yang terkena abu agar menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar," pungkas Subhan.

BANTUAN MASKER
Semburan abu muntahan Gunung Bromo berbahaya bagi pernafasan. Warga Tengger pun mendapat bantuan ribuan masker.

Melalui perwakilannya, komunitas #bicaraSurabaya menggelar bakti sosial di Cemoro Lawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Selasa (15/12).

Komunitas yang anggotanya terdiri politisi, pengusaha, PNS, pejabat publik hingga wartawan itu membagikan masker kepada warga yang sedang beraktivitas.
Para pedagang maupun  penjual jasa sewa kuda pun tak luput dari pembagian. Bahkan, sekelompok warga  yang menumpang mobil pikap dengan tujuan ke pasar juga dapat.

"Terima kasih telah peduli kepada kita," kata Joni, pengojek asal Ngadirejo yang sedang mangkal di Cemoro Lawang usai mendapat masker.

Heri Dwi Wahyudi, perwakilan komunitas #bicaraSurabaya mengaku ikut merasakan yang dirasakan warga Tengger jika hujan abu mengguyur.

"Kami tidak bisa membantu banyak, tapi kami ingin ikut membantu agar warga bisa meminimalisasi gangguan pernafasan dengan memakai masker," kata Heri.
Semburan abu Bromo hingga mencapai ketinggian 1.500 meter itu sudah terbawa angin hingga Pasuruan dan Malang. Abu mengikuti arah mata angin. Hingga hari ini, status Bromo masih siaga. Wisatawan dilarang turun ke lautan pasir. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru