Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

5 Komisioner KY 2015-2020 Bacakan Sumpah di Hadapan Presiden Jokowi

- Sabtu, 19 Desember 2015 14:32 WIB
346 view
5 Komisioner KY 2015-2020 Bacakan Sumpah di Hadapan Presiden Jokowi
SIB/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras/15
Anggota KY periode 2010-2015 (dari kiri) Ibrahim, Eman Suparman, Taufikurahman Syahuri, Abbas Said dan Ketua KY Suparman Marzuki berjabat tangan dengan anggota KY periode 2015-2020 Maradaman Harahap (kelima kanan), Sukma Violetta (keempat kanan), Sumarto
Jakarta (SIB)- Lima orang komisioner Komisi Yudisial (KY) mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara. Presiden Jokowi hadir dalam pengambilan sumpah jabatan tersebut.

Kelima anggota KY yang membacakan sumpah tersebut adalah Dr H Maradaman Harahap SH MH, Sukma Violetta SH L.L.M, Dr H Sumartoyo SH, M.Hum, Dr Joko Sasmito SH MH, dan Dr Farid Wajdi SH, M.Hum. Mereka kemudian menandatangani Berita Acara Pengucapan Sumpah Anggota Komisi Yudisial Masa Jabatan Tahun 2015-2020 di hadapan Presiden.

"Tadi baru dilantik 5, yang 2 akan menyusul secepatnya. Karena proses ini harus dengan DPR, karena kan ada 2 yang belum memenuhi kriteria sehingga perlu diajukan, baru nanti akan dikomunikasikan dengan DPR," ujar Seskab Pramono Anung usai acara di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (18/12).

Pramono menegaskan, pemerintah akan memenuhi kebutuhan jumlah komisioner KY sesuai dengan perundang-undangan. Tetapi dia belum bisa memastikan kapan akan melantik yang lainnya.

Diwawancara secara terpisah mantan Ketua KY Suparman Marzuki kecewa karena jumlah yang dilantik tak lengkap. Menurut dia nantinya rawan muncul masalah bila tak segera dilantik.

"Itu tentu mengganggu, tak sepatutnya anggota KY tak lengkap karena ini lembaga negara ada dalam UU Dasar, harusnya tujuh orang tapi karena faktanya ini adanya lima, tentu mereka tak bisa langsung memilih ketua dan wakil ketua definitif," kata Suparman.

Tetapi dia juga mengucapkan selamat kepada komisioner yang baru dilantik. Dia berharap komisioner yang baru dapat menjaga reputasi KY.

"KY jadi tempat rakyat mengadukan masalah-masalahnya dan tempat rakyat menyampaikan ketidakadilan yang mereka alami dan mereka dapat meningkatkan kapabilitas," imbuh dia. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru