Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pemerintah Kurang Mendukung Dunia Otomotif

- Jumat, 04 April 2014 16:14 WIB
436 view
 Pemerintah Kurang Mendukung Dunia Otomotif
Medan (SIB)- Pemerintah saat ini kurang memberikan perhatian terhadap perkembangan teknik di dunia otomotif. Hal ini memicu perusahan asing hengkang ke negara lain seperti  Thailand.

Dr Ir Budhi Suyitno saat dihadirkan sebagai Keynot speaker dalam Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri di hotel Danau Toba Medan, Senin (31/3).

Seminar yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan rekayasa teknologi untuk menunjang terbentuknya teknologi terbarukan berdaya saing tinggi, diadakan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Immanuel Munthe bekerja sama dengan Unimed.

Dikatakannya lagi, seharusnya Indonesia, sudah layak menjadi tuan di negeri sendiri dalam teknologi otomotif, dalam artian, bukan sebagai penerima atau pemakai produk desain dari negara luar. Namun, harus terwujud menjadi negara pendesain atas produk otomotif."

Di negara sendiri, kita malah menjadi seperti kuli, bukan mendesain atau membuat, kita hanya meracik yang sudah ada. Kalau bisa harapan saya, ke depannya negara kita harus bisa menciptakan sendiri," ujar Budi yang pernah menduduki jabatan Plt Dirjen Perkeretaapian ini.

Ketua Yayasan Perguruan Immanuel Munthe, Ir Immanuel Munthe MSi mengatakan minat terhadap dunia teknik otomotif dirasakan sangan kurang. Dan hal ini terlihat, dimana saat ini di Sumut cuma ada dua jurusan otomotif.

"Saya bangga dengan pelaksanaan acara ini," tukasnya. Namun, tambahnya, pemerintah kurang perduli dengan dunia otomotif ditambah lagi kebijakan-kebijakan pemerintah tidak mendukung dunia otomotif.

Dan lebih disayangkan lagi, selama ini pemerintah tidak optimal menggali sumber daya manusia para remaja-remaja Indonesia. Dengan diadakannya seminar ini mudah-mudahan para remaja kita dapat lebih mencintai dunia otomotif Indonesia.

"Untuk tahap pemula sudah bagus. Karena pembicaranya juga yang mengerti peraturan perundangan disamping mereka juga membidangi otomatif. Saat ini SDM untuk bidang otomotif sangat lemah baik di regulasinya. Bayangkanlah kalau penduduk kita yang banyak ini diberdayakan pasti lebih baik lagi," pintanya.

Ketua Panitia, Ir Drs Manumpak P Silitonga MPd mengatakan dengan  kegiatan ini  diharapkan akan terhubung satu jalinan teknologi yang diaplikasikan oleh industri untuk menghadapai persaingan globalisasi yang semakin ketat dan membuka peluang industri baru atau inovasi baru sebagai implikasi paparan rekayasa. (A22/ r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru