Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pemerintah Butuh Rp 150 Triliun untuk Proyek Bandara Baru Hingga 2020

- Jumat, 04 April 2014 16:17 WIB
295 view
 Pemerintah Butuh Rp 150 Triliun untuk Proyek Bandara Baru Hingga 2020
Jakarta (SIB)- Pemerintah membutuhkan dana Rp 150 triliun dalam 5 tahun ke depan untuk mengembangkan infrastruktur bandara internasional baru. Hal ini sudah masuk dalam Rencana Jangka Menengah Pemerintah di 2015-2020.

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah Swasta Bappenas, Bastari Pandji Indra mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, setidaknya dua bandara skala besar ini harus bisa terealisasi.

"Untuk aviasi, jika kita ingin punya full skenario, dalam 5 tahun semua tersedia. Sekitar US$ 15 miliar yang dibutuhkan. Dalam sektor aviasi," kata Bastari di acara Diskusi bertajuk "What We Need to Do to Support the Rapid Growth in Air Travel" di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (3/4).

"Tapi jika kita bisa mempertimbangkan 95% dari skenario, jadi kita butuh US$ 13 miliar," imbuhnya.

Besaran tersebut sudah dihitung pemerintah dengan pertimbangan Indonesia membutuhkan sejumlah bandara internasional baru. Skema pembiayaannya bermacam-macam.

"Kita perhitungkan nanti 20% investasi bisa dapat dari swasta. Kita juga akan mendorong BUMN kita, lalu dari pemerintah tentu saja. Jadi skemanya itu," katanya.

Bastari tidak merinci berapa bandara yang akan dibangun dengan menggunakan dana ratusan triliun tersebut. Menurutnya, rencana tersebut detilnya ada di Kementerian Perhubungan.

"Yang saya tahu ada 2 bandara internasional besar yang akan dibangun di barat dan di Timur. Kalau di barat itu di Karawang, dan satu lagi di Timur saya lupa. Itu harus selesai dalam 5 tahun (2015-2020)," tutupnya. (detikfinance/q)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru