Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Aman Selama Pemilu

*23,6% Kuota BBM Subsidi Terserap 3 Bulan Pertama
- Senin, 07 April 2014 15:38 WIB
613 view
 Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Aman Selama Pemilu
SIB/ANTARA FOTO/ Laurensius Molan/Spt/14
PERTAMINA TAMBAH STOK BBM: Kapal Tanker Sumatera Palm membongkar muatan bahan bakar minyak (BBM) di Pelabuhan Pertamina Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/4). Pertamina menambah stok BBM di Kupang untuk mencegah kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM p
Jakarta (SIB)- PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, selama pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2014 aman. Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau pasokan BBM dan elpiji ke masyarakat.

"Pasokan BBM dan elpiji selama Pemilu ini aman," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Minggu (6/4).

Ali mengatakan ketahanan stok BBM Pertamina dalam kondisi aman dengan rata-rata kecukupan untuk 20,73 hari. Stok BBM premium dan solar masing-masing 18,32 hari dan 18,46 hari, dan stok elpiji cukup untuk 17 hari.

"Selama Pemilu ini konsumsi juga tidak ada peningkatan signifikan. Sebagian masyarakat saat hari libur juga banyak memilih tidak keluar rumah apalagi di Jakarta, orang lagi kampanye jadi banyak jalan macet mending di rumah," katanya.

Satgas BBM dan elpiji Pertamina bertugas sejak 16 Maret hingga 9 April 2014. Fokus utama dari pembentukan Satgas ini untuk mengantisipasi potensi kendala distribusi selama pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, termasuk pelaksanaan puncak Pemilu 9 April 2014.

23,6% Kuota BBM Subsidi Terserap

Konsumsi BBM subsidi selama kuartal I-2014 mencapai 11,2 juta Kiloliter (KL), atau mencapai 23,6% terhadap kuota BBM bersubsidi yang ditugaskan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero).

Ali Mundakir mengatakan, dari total kuota penyaluran BBM bersubsidi yang dialokasikan kepada perusahaan tahun ini sebanyak 47,35 juta KL, hingga akhir kuartal I2014 telah terealisasi sebanyak 11,2 juta KL atau 23,6%.

"Realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 1,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 11,02 juta KL," kata Ali.
Berdasarkan data Pertamina, realisasi BBM premium hingga 31 Maret 2014 mencapai sekitar 7,1 juta KL atau 22% dari kuota penyaluran premium Pertamina sebanyak 32,32 juta KL. Realisasi tersebut naik 1,63% dibandingkan dengan periode yang sama 2013 sebanyak 6,98 juta KL.

"Realisasi penyaluran solar bersubsidi menunjukkan kenaikan lebih besar, yaitu 3,91% dari 3,7 juta KL pada kuartal I 2013 menjadi 3,85 juta KL pada kuartal I tahun ini. Kuota penyaluran solar bersubsidi yang ditugaskan kepada Pertamina tahun ini mencapai 14,14 juta KL," ungkapnya.

Ali menambahkan, sedangkan realiasi penyaluran kerosene (minyak tanah), lebih rendah sekitar 9,89% menjadi 249.000 KL yang salah satunya disebabkan oleh keberhasilan program konversi kerosene ke Elpiji 3 kg yang dilaksanakan oleh Pertamina. Kuota kerosene bersubsidi tahun ini turun 47% dibandingkan dengan kuota tahun lalu sebesar 1,7 juta KL menjadi hanya 900.000 KL. (detikfinance/d)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru