Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pasca-pemilu, Rupiah Paling Lemah di Asia

- Jumat, 11 April 2014 21:32 WIB
317 view
 Pasca-pemilu, Rupiah Paling Lemah di Asia
Jakarta (SIB)- Hasil pemilu yang tak sesuai ekspektasi investor membuat kurs rupiah terhadap dolar melorot tajam pada Kamis (10/4). Rupiah pun menjadi mata uang terlemah di Asia karena turun hingga 0,56 persen.

Posisi perdagangan di pasar uang pukul 13.45 WIB, dolar masih perkasa di hadapan mata uang regional Asia. Rupiah mengalami kejatuhan terparah, setelah melemah 62,8 poin (0,56 persen) ke level 11.351,8. Posisi kedua terlemah adalah yuan yang terkoreksi 0,16 persen ke level 6,21 per dolar, dan dolar Singapura yang melorot 0,14 persen menjadi 1,248 per dolar.

Menurut ekonom dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, nilai tukar rupiah tertekan hasil Pemilu yang kurang memuaskan. Tidak adanya partai politik yang berhasil mencapai ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) sebesar 20 persen, membuat investor cemas atas situasi politik beberapa waktu ke depan. “Hasil pemilu menggerus euforia pelaku pasar,” ujar dia dalam analisa hariannya.

Rangga mengatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh data-data perekonomian Amerika Serikat yang menunjukkan perbaikan. Data persediaan minyak mentah Amerika (Crude Oil Inventories) yang naik ke level 4,03 juta barel serta laporan penjualan manufaktur yang melonjak 0,5 persen, menjadi sentimen positif pergerakan dolar.

Selain rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia akhirnya ditutup menurun pada perdagangan sesi I. Indikator di Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG anjlok 157 poin (3,2 persen) ke level 4.764. Nilai saham yang tercatat berpindah tangan tercatat Rp 6.712 miliar, transaksi sebanyak 4.214 lembar saham, dan jumlah frekuensi 206.702 kali. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 997 miliar. (tempo.co/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru