Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Simalungun Sentra Beras Terbesar di Sumut

*Fluktuasi Harga Beras Dipengaruhi Stabilitas Jumlah Pasokannya
- Senin, 14 April 2014 15:36 WIB
346 view
 Simalungun Sentra Beras Terbesar di Sumut
Pematangsiantar (SIB)- Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Elly Tjan mengungkapkan, fluktuasi harga beras salah satunya dipengaruhi oleh stabilitas jumlah pasokannya. Kabupaten Simalungun sebagai sentra beras terbesar di Provinsi Sumut memainkan peranan yang sangat penting bagi ketahanan pangan beras saat ini dan masa depan sehingga penanganan dan kebijakan Pemda dalam komoditas ini sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha ini.

Di sisi lain, lanjut Elly, Jumat (11/4) kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah seharusnya dapat menciptakan daya saing industri dengan baik dan cepat, karena pemerintah daerah memiliki kesempatan yang  luas dalam memberikan alternatif pemecahan yang inovatif dalam menghadapi tantangan yang  dihadapinya terkait upaya pertumbuhan ekonomi daerahnya. Sayangnya, suatu daerah belum tentu dapat memenuhi kebutuhannya  sendiri, sehingga diperlukan adanya kerjasama dan perdagangan antar daerah untuk  memenuhi kebutuhan masyarakatnya serta mempercepat tumbuhnya daya saing di daerah masing-masing.

Sementara itu, Elly mengungkapkan tingkat inflasi di kota Pematangsiantar pada bulan Maret 2014 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,59  persen (mtm) atau 8,88 persen (yoy). Tingkat inflasi di kota Pematangsiantar dipengaruhi oleh inflasi bahan makanan (volatile foods), arus barang, jalur distribusi dan perdagangan antar daerah di sekitarnya, sehingga pengendalian inflasi mustahil dilakukan tanpa adanya keterkaitan dan kerjasama dan perdagangan antar daerah di dalamnya  menata jalur distribusi setiap komoditas yang memiliki fluktuasi harga cukup tajam.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2013 tumbuh cukup tinggi, meski sedikit melambat. Pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 6,01 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,78 persen (yoy), sementara pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2012 mencapai 6,22 persen (yoy).

Di sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi ditopang sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor industri pengolahan dengan sumbangan masing-masing1,47 persen dan 0,82 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran mencatat pertumbuhan 7,78 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 yang tercatat 7,23 persen. Sementara itu sektor industri pengolahan naik dari 3,63 persen di tahun 2012 menjadi 4,01 persen di tahun 2013.

Berdasarkan sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga tercatat 7,44 persen, meningkat dibandingkan tahun 2012 yang tercatat 5,99 persen. Sementara itu terjadi perlambatan pertumbuhan investasi dari 10,65 persen di tahun 2012 menjadi 8,27 persen di tahun 2013. Menurunnya komitmen investasi kemudian didorong peningkatan impor bahan baku. Impor tumbuh 7,53 persen, sementara ekspor hanya tumbuh 4,92 persen sehingga net impor mengalami pertumbuhan negatif sebesar 13,51 persen. (C3/f)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru