Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Menteri BUMN: BTN akan Jadi Anak Usaha Bank Mandiri

- Jumat, 18 April 2014 16:53 WIB
380 view
 Menteri BUMN: BTN akan Jadi Anak Usaha Bank Mandiri
Jakarta (SIB)- Rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk tak hanya rumor. Pemerintah diwakili Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham mayoritas dua bank ini, memastikan rencana tersebut betul. Setelah diakuisisi, BTN menjadi anak usaha Bank Mandiri.

"BTN menjadi anak usaha Mandiri. Jadi BTN nggak dihilangkan dan nggak dilebur tapi diperkuat. Ini masih tahap awal tapi akan dijalankan," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rapim BUMN di kantor pusat ReIndo, Jakarta, Kamis (17/4).

Dahlan mengakui, saat ini skema akuisisi tersebut masih dimatangkan di Kementerian BUMN. Langkah untuk mengakuisisi BTN oleh Bank Mandiri merupakan cara untuk memperbesar kemampuan BTN. BTN bakal didorong untuk memperkuat struktur pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

"BTN punya misi atasi kekurangan perumahan rakyat. Antara perlunya rumah dan kemampuan BTN itu jauh. Kita kurang rumah 1,5 juta per tahun. Ukuran BTN sekarang nggak mampu penuhi itu. BTN harus dapat kuda besar, jangan lari kencang pakainya keledai," jelasnya.

Dahlan mengakui ada 2 opsi akuisisi BTN. Pertama adalah diakuisisi Bank Mandiri, kemudian yang kedua adalah diambil oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Mantan bos PLN ini menilai opsi terbaik adalah diakuisi oleh Bank Mandiri.

"Kehebatan BTN dengan Mandiri, Indonesia langsung punya bank yang melebihi bank di Malaysia. Selama ini bank kita nggak masuk peta Asia Tenggara. Bank terbesar pertama ya Singapura, terbesar kedua Malaysia, terbesar ketiga ya Thailand," sebutnya.

Pemerintah memiliki 60,14% saham di BTN. Untuk melakukan pelepasan saham pemerintah di BTN, skema yang bisa dilakukan yakni melalui strategic sales atau penjualan langsung.

Namun penjualan ini, Kementerian BUMN harus memperoleh restu dari komite privatisasi yang diketuai Menteri Koordinator Perekonomian dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah memperoleh lampu hijau, selanjutnya dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan hukumnya. "Kita tempuh seluruh proses," ujar Dahlan.

Rencana penjualan saham PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk kembali mencuat. Kali ini PT Bank Mandiri yang dikabarkan akan mengambil alih bank yang dikenal sebagai pemberi kredit bagi sektor perumahan tersebut. Sumber di Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan keputusan diketok begitu rapat umum pemegang saham luar biasa digelar bulan depan.

Namun dalam proses ini akan ada sejumlah ganjalan, contohnya yang dituturkan Ketua Komisi BUMN DPR Airlangga Hartarto. Menurut dia, program rumah murah dapat menjadi sandungan. Bila BTN menjadi anak usaha Bank Mandiri, fungsi-fungsi sosial BTN dalam pengadaan rumah dengan bunga kredit terjangkau terdegradasi. Sebab, acuannya akan disesuaikan dengan target komersial perusahaan yang baru.

Airlangga mengungkapkan, bila status BTN masih BUMN, pemerintah bisa menyisipkan kepentingan kredit rumah murah bagi masyarakat bawah. Lain halnya jika menjadi swasta atau anak usaha Bank Mandiri. “Portofolionya pasti akan berubah,” katanya, Rabu, 16 April 2014.

Selain itu, sebenarnya langkah akuisisi ini masih panjang. Ketua Komisi Keuangan DPR Harry Azhar Aziz menyatakan, meski kabar instruksi Kementerian BUMN mengenai akuisisi ini santer, banyak hal yang harus dilakukan. Di antaranya, mesti mendapat persetujuan Dewan. “Itu wacana di internal, belum menjadi program Komite Privatisasi. Komite akan meminta persetujuan Komisi BUMN dan Keuangan,” kata Harry. (detikfinance/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru