Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Sempat Disukai, AS Hentikan Impor Beras Hitam dari RI

- Jumat, 18 April 2014 16:58 WIB
517 view
Sempat Disukai, AS Hentikan Impor Beras Hitam dari RI
Tasikmalaya (SIB)- Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mempunyai jenis beras premium yang disukai masyarakat Amerika Serikat (AS) hingga Uni Eropa. Beras tersebut bernama Organic Volcano Rice atau masyarakat sekitar menyebutnya beras hitam.

Kribo, salah satu petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya menjelaskan jenis beras hitam adalah jenis beras organik yang berwarna hitam. Beras jenis ini tergolong beras premium karena harganya di atas Rp 20.000/kg.

"Beras organik atau disebut juga padi hitam harganya Rp 25.000/kg. Jauh lebih mahal dibandingkan beras biasa yang hanya Rp 8.500/kg dan beras putih organik Rp 15.000/kg," kata Kribo saat memulai panen raya beras hitam di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (17/04).

Dijelaskan Kribo, beras hitam mempunyai kandungan antioksidan dan rendah kandungan glukosa sehingga baik untuk kesehatan. Sistem penanaman beras hitam ini pun dilakukan secara alami yaitu mulai dari pupuk yang menggunakan campuran kotoran hewan dan tanaman serta tidak menggunakan pestisida.

 AS HENTIKAN IMPOR

 Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara impor beras jenis Organic Volcano Rice atau beras hitam asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Alasannya karena ditemukan mata stapler atau alat penjepit kertas di salah satu kemasan beras hitam yang dipasarkan di AS.

"Jadi masalah ini dimulai pada ekspor perdana tahun 2014. Seharusnya ekspor perdana 2014 dilakukan tanggal 30 April ini. Amerika melalui otoritasnya di California menyatakan jangan dulu lah kalau belum dites metal detector. Hanya ditemukan 1 mata stapler dari 20 ton jadi ini di luar logika padahal ekspor tahun 2009-2013 tidak bermasalah," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gakoptan) Simpatik Saiful Bahri di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (17/04).

Hal ini menyebabkan ekspor beras hitam untuk sementara ke Amerika Serikat dihentikan. Padahal 40% dari total produksi beras hitam Tasikmalaya diekspor Negeri Paman Sam.

Jenis beras ini bila dijual di AS bisa mencapai Rp 25.000/Kg sedangkan bila dijual di dalam negeri hanya Rp 16.000/kg. "Ditunda dulu ekspornya ke sana," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak akan menindaklanjuti masalah ini. Kemendag akan melakukan investigasi masalah ini apakah murni kesalahan dilakukan di dalam negeri atau saat dilakukan repackaging di AS.

"Ada surat penolakan. Kita akan lihat masalah ini terjadi pada saat di repackaging ulang di sana atau di sini. Kami akan koordinasi dengan KBRI dengan Atase Perdagangan kita di sana mengapa mereka memperketat produk beras kita. Di lain pihak pemerintah mendukung dengan akan menyediakan banyak alat metal detector," jelasnya.(Dtf/w)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru