Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Perdagangan Sumut -RRT Awal 2014 Surplus

- Senin, 21 April 2014 14:31 WIB
343 view
Perdagangan Sumut -RRT Awal 2014 Surplus
Medan (SIB)- Neraca perdagangan Sumatera Utara  dengan Republik Rakyat Tiongkok awal 2014 masih surplus cukup besar di tengah penurunan ekspor-impor.

"Januari-Februari 2014, surplus perdagangan mencapai 104,749 juta dolar AS karena ekspor sebesar 229,976  juta dolar AS sedangkan impor 125,227 juta dolar AS," kata Sekretaris Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Sofyan Subang di Medan, Sabtu.

Dia mengakui, awal tahun ini  ekspor  Sumut ke  RRT mengalami penurunan dari 241,993 juta dolar AS di 2013  menjadi 229,976 juta dolar AS.

Tetapi meski ekspor  turun, neraca perdagangan Sumut dengan RRT masih tetap surplus karena  impor juga turun dari 159,280 juta dolar AS di 2013 menjadi 125,227 juta dolar AS pada 2014.

Menurut dia, nilai ekspor Sumut ke RRT yang turun itu dipicu dari menurunnya harga ekspor karet dan crude palm oil (CPO).

"Padahal karet dan CPO produk yang banyak dibeli RRT," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sumut, Wien Kusdiatmono menyebutkan, meski nilai impor Sumut dari RRT  mengalami tren peningkatan di awal 2014, tetapi tetap lebih rendah dibandingkan periode sama 2013.

Sebaliknya meski terjadi juga penurunan ekspor, tetapi nilainya lebih besar dari impor sehingga tetap saja ada surplus.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan, RRT dan termasuk India memang masih menjadi pembeli utama CPO Indonesia khususnya asal Sumut.

Namun diakui dampak krisis global yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, impor RRT  atas komoditas itu melemah.

Harga jual juga masih mengalami fluktuasi. (Ant/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru