Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Berdayakan Kereta Efisien Biaya Logistik Nasional

- Selasa, 22 April 2014 19:33 WIB
529 view
Berdayakan Kereta Efisien Biaya Logistik Nasional
Jakarta (SIB)- Organisasi Supply Chain Indonesia menginginkan pemerintah dan berbagai pihak terkait segera memberdayakan moda angkutan kereta api guna meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional yang kerap menjadi permasalahan dunia usaha.

"Peningkatan efisiensi diperoleh langsung dengan penggunaan kereta api untuk pengangkutan barang," kata Ketua Supply Chain Indonesia Setijadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengangkutan kereta layak diberdayakan antara lain karena kontribusi Produksi Domestik Bruto (PDB) terbesar terdapat di Jawa (58 persen) dan Sumatera (24 persen) yang memiliki jalur kereta.

Selain itu, ia berpendapat bahwa efisiensi logistik bakal meningkat karena pemberdayaan kereta juga bakal mengurangi beban logistik yang diangkut melalui transportasi darat sehingga sekaligus mengurangi kemacetan.

Dengan demikian, perusahaan dinilai juga dapat meningkatkan produktivitas karena meningkatkan baik efisiensi waktu serta biaya operasional dan pemeliharaan armada.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak terkait seperti koordinasi dengan penyedia jasa logistik swasta atau BUMN. Pemerintah diminta juga dapat membuat sarana dan prasarana yang memadai sebagai akses antara kawasan industri dan kawasan transportasi.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan pemerintah mendatang hasil Pemilu 2014 dapat fokus untuk memajukan sektor transportasi guna meningkatkan daya saing logistik nasional.

"Sampai hari ini kami masih belum melihat pemimpin-pemimpin yang berbicara tentang transportasi. Padahal, transportasi adalah urat nadi perekonomian suatu negara," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik Carmelita Hartoto, Senin (31/3).

Sementara itu, Wakil Ketua INSA (Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia) Asmari Herry menginginkan hasil Pemilu 2014 akan menghasilkan keberpihakan terhadap transportasi dan logistik agar harga bahan baku bisa murah dan merata di seluruh wilayah RI. "Untuk peraturan yang ada sudah bagus tetapi yang kurang adalah konsistensi dalam implementasi," ujarnya.

Asmari mengutarakan harapannya agar pemerintah benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada kondisi transportasi dan logistik sehingga tidak ada distorsi dan kesenjangan harga yang besar antarwilayah.

Ia mengingatkan bahwa daya saing logistik nasional Indonesia berada jauh di bawah urutan Singapura, Malaysia Thailand dan Vietnam.

Baik Kadin maupun INSA berpendapat bahwa dengan potensi demografi dan geografis, seharusnya ranking Indonesia bisa diperbaiki menjadi urutan ke-15 dunia. (Ant/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru