Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pertamina: Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi Tunggu Pilpres

- Selasa, 22 April 2014 19:41 WIB
386 view
Pertamina: Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi Tunggu Pilpres
Jakarta (SIB)- Perseroan Terbatas Pertamina mengungkapkan kenaikan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kilogram menunggu pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014.

Wakil Presiden Gas Domestik Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang sebelumnya direncanakan 1 Juli 2014.

"Kami pertimbangkan berbagai hal, termasuk pilpres," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga elpiji 12 kg mau tidak mau harus dilakukan untuk menekan kerugian Pertamina dalam bisnis bahan bakar nonsubsidi tersebut.

BUMN tersebut mengalami kerugian sekitar Rp6 triliun per tahun dari bisnis elpiji 12 kg.

Meski, lanjut Gigih, sesuai dengan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji, penetapan harga merupakan aksi korporasi karena bukan termasuk barang subsidi.

Sebelumnya, Pertamina merencanakan kenaikan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar Rp1.000 per kg mulai 1 Juli 2014.

Pertamina sudah mengirimkan surat tertanggal 15 Januari 2014 tentang "roadmap" kenaikan harga elpiji secara bertahap kepada Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sesuai dengan surat tersebut, per 1 Juli 2014, harga jual elpiji naik Rp1.000/kg menjadi Rp6.944/kg dengan harga di tingkat konsumen Rp106.800 per tabung.

Surat tersebut merupakan tindak lanjut konsultasi Pemerintah dan Pertamina dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal 6 Januari 2014 yang merekomendasikan perlunya Pertamina mengusulkan "roadmap" penyesuaian harga elpiji.

Sesuai dengan surat tersebut, Pertamina akan menaikkan harga elpiji 12 kg secara bertahap hingga menuju keekonomian pada tanggal 1 Juli 2016.

Perinciannya setelah 1 Juli 2014, harga elpiji naik lagi Rp1.500 per 1 Januari 2015 dan Rp1.500 mulai 1 Juli 2015.

Setelah 1 Juli 2015, harga elpiji akan menjadi Rp9.944 per kg dengan estimasi sampai konsumen Rp150.000 per tabung 12 kg.

Pada tahun 2016, direncanakan dua kali lagi kenaikan, yakni per 1 Januari sebesar Rp1.500 dan 1 Juli Rp1.500.

Harga elpiji akan mencapai keekonomian per 1 Juli 2016 sebesar Rp11.944/kg dengan estimasi sampai konsumen Rp180.000 per tabung.

Setelah Juli 2015, penyesuaian harga elpiji 12 kg nonsubsidi diusulkan secara otomatis setiap enam bulan.

Pengurangan kerugian akibat kenaikan harga elpiji akan digunakan Pertamina membangun sejumlah terminal elpiji senilai 543 juta dolar AS.

Di antaranya, terminal senilai 35 juta dolar di Medan dengan target operasi 2017, revitalisasi terminal Tanjung Uban, Kepri 8,2 juta dolar, dan terminal berpendingin (refrigerated) di Jabar 215 juta dolar mulai 2016.

Lalu, terminal bertekanan (pressurised) di Jawa bagian barat 35 juta dolar mulai 2017, depot di Tegal 35 juta dolar pada tahun 2018, dan terminal refrigereted di Jatim 215 juta dolar pada tahun 2019. (Ant/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru