Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pemerintah Klaim Impor Ikan dari Negara ASEAN Menurun

- Selasa, 22 April 2014 19:43 WIB
371 view
 Pemerintah Klaim Impor Ikan dari Negara ASEAN Menurun
Jakarta (SIB)- Pemerintah mengklaim impor perikanan dari negara-negara ASEAN bisa dikendalikan atau dikurangi. Selain itu, secara total nilai ekspor perikanan Indonesia ke ASEAN lebih besar daripada impornya.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung mengatakan neraca perdagangan hasil perikanan Indonesia ke ASEAN surplus besar: US$ 324,61 juta pada 2011, lalu pada 2012 sebanyak US$ 493,44 juta, dan 2013 mencapai US$ 464,94 juta. Hal ini penting bagi Indonesia untuk memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di 2015.

"Jika dibandingkan impor terhadap ekspor, dari sisi nilai cenderung menurun dari 21% (2011) menjadi sekitar 10-12% (2012/2013). Ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian impor hasil perikanan sejak tahun 2011 berjalan cukup efektif," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/4).

Saut mengatakan tujuan utama ekspor perikanan Indonesia ke ASEAN antaralain ke Thailand sebanyak 39%, Vietnam 22%, Singapura 14% dan Malaysia 13%. Nilai produk utama yang diekspor cakalang beku sebanyak 8,6%, ikan laut /ikan dasar 7,9%, dan tuna kaleng 4,4%.

"Terkendalinya impor juga menunjukkan bahwa peningkatan daya saing usaha perikanan perlu terus dilakukan secara konsisten dan terencana sehingga lebih siap menghadapi persaingan tidak saja di pasar ASEAN juga pasar global," tegasnya.

Namun Saut menggaris bawahi pentingnya memangkas biaya logistik dan transportasi melalui pengembangan sistem logistik dan distribusi nasional yang selaras dengan pengembangan sistem logistik ASEAN.

"Usaha UMKM dapat diprioritaskan mengisi pasar dalam negeri kita yang besar," katanya.

Berikut ini data ekspor-impor perikanan Indonesia-ASEAN:

Ekspor:
2011: volume 380.329 ton, nilai US$ 414,59 juta
2012: volume 405.508 ton, nilai US$ 548,27 juta
2013 (sementara): volume 399.480 ton, nilai US$ 530,45 juta

Impor:
2011: volume 65.953 ton, nilai US$ 89,98 juta
2012: volume 42.994 ton, nilai US$ 54,83 juta
2013 (sementara): volume 52.380 ton, nilai US$ 66,51 juta.

 (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru