Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bibit Sawit Sumut Ditawarkan ke Angola, Peru, Myanmar dan Filipina

- Rabu, 23 April 2014 20:24 WIB
767 view
 Bibit Sawit Sumut Ditawarkan ke Angola, Peru, Myanmar dan Filipina
Medan (SIB)- Bah Lias Research Station Sumatera Bioscience (BLRS Sumbio), anak perusahaan PT PP London Sumatera Tbk (Lonsum) yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan tanaman sawit, menargetkan dapat memproduksi 16 juta kecambah tahun ini.

Seed Sales Officer BLRS Sumbio Muhammad Husaini mengatakan, penjualan 16 juta kecambah dan bibit sawit tersebut ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

"Ada 4 produk yang kita pasarkan, yakni kecambah, bibit 3 bulan dan bibit siap tanam. Satunya lagi bibit kakao, namun jumlahnya sangat kecil," jelasnya kepada wartawan saat mengunjungi lokasi BLRS Sumbio di Desa Bah Lias, Kecamatan Bandar, Simalungun, Sumut, pekan lalu.

Muhammad Husaini yang didampingi Research Department Coordinator Ahmad Subagio, Head of Tissue Culture Harry Ericson Iswandar, Station Manager Sudaryanto, Koordinator Seed Ahmad Faisal dan Coordinator Communication PT London Sumatera Ikrama Anwar mengatakan, selama ini produksi yang dihasilkan Sumbio digunakan kalangan perusahaan dalam negeri.

"Kita pernah mengekspor tahun 2011 ke Kolombia. Namun hasilnya belum begitu menggembirakan akibat terbentur faktor iklim," jelasnya.

Selain digunakan Lonsum, sebagian besar produk Sumbio BLRS dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebagai gambaran pada tahun 2012, sebanyak 96 perusahaan domestik menggunakan produk dari Sumbio BLRS. Sekitar 80% dari produk yang dihasilkan digunakan oleh perusahaan yang beroperasi di Kalimantan.

Research Department Coordinator Ahmad Subagio mengatakan Sumbio BLRS telah berdiri sejak tahun 1970 dan hingga saat ini telah beroperasi di Sumatera Selatan sejak tahun 1995 dan Kalimantan pada tahun 2003. Hingga kini, BLRS Sumbio telah melakukan 276 penelitian dimana 90% di antaranya di bidang kelapa sawit dan 10% untuk tanaman kakao.

Teknik Kultur Jaringan

Head of Tissue Culture Harry Ericson Iswandar mengatakan, untuk pengembangan kecambah dan bibit sawit melalui teknik kultur jaringan tersebut, BLRS Sumbio memiliki laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan modern.

"Melalui teknik kultur jaringan ini, kita dapat menghasilkan indukan sawit yang berkualitas sehingga mampu menghasilkan benih yang berkualitas juga," jelasnya.

Ahmad Faisal dari BLRS Sumbio menambahkan, kecambah dan bibit tanaman sawit yang dihasilkan BLRS Sumbio memiliki keunggulan, seperti waktu panen yang relatif cepat, yakni dalam waktu 26-28 bulan sudah mampu menghasilkan, produktivitas yang tinggi, dan rendemen yang tinggi yakni antara 26%-27%.

Meskipun sejauh ini, produksi yang dihasilkan masih digunakan untuk perusahaan dalam negeri, namun BLRS Sumbio juga terus menjajaki kemungkinan untuk ekspor.

Ahmad Subagio mengatakan, ada beberapa negara yang saat ini tengah dijajaki atau ditawarkan pihaknya, di antaranya Angola, Peru, Myanmar dan Filipina.

Muhammad Husaini mengatakan, pada tahun 2012 pihaknya menjual lebih dari 25 juta kecambah dan bibit dengan nilai penjualan mencapai Rp 327,7 miliar. (A16/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru