Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Utang Pemerintah RI Berkurang Sisanya Rp 2.422 Triliun

- Rabu, 23 April 2014 20:29 WIB
260 view
 Utang Pemerintah RI Berkurang Sisanya Rp 2.422 Triliun
Jakarta (SIB)- Pada Maret 2014, utang pemerintah Indonesia turun sekitar Rp 2 triliun. Hingga akhir Maret 2014, utang tersebut tersisa menjadi Rp 2.428,87 triliun.

Secara rasio terhadap PDB total di 2013, utang pemerintah Indonesia berada di level 24,7% hingga Maret 2014.

Namun, jumlah utang pemerintah dengan denominasi dolar AS hingga Maret 2014 mencapai US$ 212,46 miliar, naik dibandingkan posisi Februari 2014 yang US$ 208,75 miliar. Penguatan rupiah membuat jumlah utang pemerintah dalam rupiah turun. Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Selasa (22/4).

Utang pemerintah di Maret 2014 tersebut terdiri dari pinjaman Rp 669,89 triliun, turun dibandingkan Februari 2014 yang mencapai Rp 686,9 triliun. Kemudian berupa surat berharga Rp 1.750,7 triliun, naik dibandingkan posisi Februari 2014 yang mencapai Rp 1.739,73 triliun.

Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 9.804 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga Maret 2014 sebesar 24,7%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga Maret 2014 adalah:
  •     Bilateral: Rp 362,82 triliun
  •     Multilateral: Rp 267,02 triliun
  •     Komersial: Rp 39,75 triliun
  •     Supplier: Rp 228 miliar
  •     Pinjaman dalam negeri: Rp 2,28 triliun

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:
  •     Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  •     Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  •     Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  •     Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  •     Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  •     Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  •     Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  •     Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  •     Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  •     Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  •     Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  •     Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  •     Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  •     Tahun 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  •     Februari 2014: Rp 2.422,87 triliun (24,7%).

Total utang pemerintah Indonesia hingga Maret 2014 tercatat Rp 2.422,87 triliun. Secara nominal memang terlihat sangat besar, tetapi dari sisi rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) sebenarnya masih cukup aman yaitu 24,7%.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan melihat utang jangan hanya dari jumlahnya. Rasio terhadap PDB juga penting, karena menentukan suatu negara dalam ekonomi yang sehat dan mampu untuk membayar utang.

"Secara jumlah itu memang terlihat besar. Tapi rasionya rendah. Salah satu negara yang paling terendah di dunia adalah Indonesia, sekitar 24%," katanya dalam acara Sosialisasi Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2015-2019 di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (22/4).

Ia mengatakan, utang suatu negara menjadi kekhawatiran bila sudah di atas 60% terhadap PDB. Ini yang terjadi di beberapa negara di Eropa beberapa waktu lalu. Bahkan ada yang sudah melebihi 100% terhadap PDB.

"Kita tahu, negara-negara di Eropa mayoritas di atas 60% terhadap PDB dan ada yang di atas 100%. Itu parah. Tapi kalau di bawah 60% itu nggak apa-apa," jelasnya.

Bila suatu negara memiliki ekonomi yang besar dan ada kemampuan untuk pembayaran cicilan utang, maka rasio utangnya akan terjaga di level aman. Sama halnya dengan perusahaan, boleh memiliki utang asalkan bisa mencetak keuntungan yang besar."Sama seperti perusahaan, untungnya bisa nggak buat bayar cicilan," ujar Chairul.(Dtf/ r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru